Daerah

PJT II Gelar Pananaman Pohon, Pelepasan Bibit Ikan Serta Pelepasan Burung

JABAR NEWS | PURWAKARTA – Perusahaan Umum (Perum) Jasa Tirta (PJT) II adalah salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang ditugasi untuk menyelenggarakan pemanfaatan umum atas air, sumber-sumber air yang bermutu dan memadai bagi pemenuhan hajat hidup orang banyak, serta melaksanakan tugas – tugas tertentu yang diberikan Pemerintah dalam pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS).

Perusahaan plat merah yang berlokasi di Kabupaten Purwakarta ini merupakan salah satu perusahaan pemasok listrik di pulau Jawa serta untuk keperluan pengairan, terutama Sawah di jalur Purwakarta, Karawang, Bekasi dan Subang.

Tidak hanya itu, saat ini PJT II juga sebagai pemasok air baku untuk daerah Ibu Kota Jakarta dengan memanfaatkan aliran air pada waduk Jatiluhur Kabupaten Purwakarta.

Sebagai rasa wujud syukur atas apa yang telah di capai di tahun 2016 ini, pihak PJT II yang memiliki tagline Water For Wellness ini, Senin (19/12/2016) menggelar acara dengan tema Go Green Eco Tourism Great Indonesia Save Earth.

Direktur Utama PJT II, Djoko Saputro saat jumpa pers nya mengatakan, di tahun 2016 ini sudah banyak pencapaian yang didapatkan berkat kerjasama keluarga besar PJT II, salah satunya, selama ini pihaknya hanya bisa mengoperasikan 3 sampai 4 turbin sebagai sumber tenaga untuk pemasok tenaga listrik namun sekarang mampu menggerakan 6 turbin sekaligus sehingga pasokan listrik bisa lebih maksimal.

“Berkat kerjasama yang baik dari semua komponen yang ada di PJT II dan dukungan dari Pemerintah Daerah yang menjadi mitra kita, berbagai capain bisa kita raih,” kata Djoko.

Sebagai rasa syukur atas apa yang diraih di tahun 2016 ini, Djoko menambahkan, pihak PJT II berkomitmen akan mengembalikan ekosistem yang ada disekitar wilayah waduk Jatiluhur kembali terlihat, seperti dalam kegiatan ini, PJT II melakukan penanaman ribuan bibit pohon, pelepasan benih ikan serta pelepasan puluhan burung.

Dalam kesempatan itu juga dilakukan penandatangan kesepakatan antar beberapa daerah yang dialiri sungai Citarum agar menjaga ekosistem alam di sekitar aliran sungai yang merupakan sumber utama suplai air di bendungan Jatiluhur.

“Penanaman pohon, pelepasan bibit ikan, dan pelepasan burung serta penandatangan kesepakatan antar beberapa daerah dengan pihak kita, semata-mata bertujuan untuk menjaga lingkungan agar terjaga dengan baik,” tambah Djoko.

Djoko juga menjelaskan terkait banyaknya Keramba Jaring Apung (KJA) di Waduk Jatiluhur yang saat ini mencapai 24 ribu KJA, pihaknya terus melakukan kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Purwakarta untuk melakukan operasi penertiban, karena banyaknya KJA tersebut berdampak buruk bagi turbin pembangkit listrik miliki PJT II, pasalnya rata – rata pakan ikan yang digunakan petani KJA mengandung bahan kimia.

“Idealnya KJA di Waduk Jatiluhur menampung sebanyak 4 ribu KJA, semoga dengan operasi penertiban yang kita lakukan dengan Pemkab Purwakarta dan pihak lainnya, bisa terwujud dengan baik dan tanpa ada masalah,” jelasnya. (Zal)

Jabar News | Berita Jawa Barat

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top