Daerah

1.473 Pasutri Nikah Siri di Purwakarta Ajukan Permohonan Isbat Nikah

JABAR NEWS | PURWAKARTA – Perkawinan merupakan perbuatan hukum, tujuan utama pengaturan hukum dalam perkawinan adalah upaya untuk mewujudkan rumah tangga yang sakinah, mawaddah dan rahmat serta menghindari potensi penzaliman antara satu pihak dengan pihak lainnya.

Kenyataan di masyarakat masih banyak ditemukan perkawinan yang dilakukan pasca berlakunya Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 yang tidak dicatatkan pada Pegawai Pencatat Nikah Kantor Urusan Agama dengan berbagai sebab dan alasan sehingga mereka tidak mempunyai Buku Nikah.

Dari kenyataan tersebut, jelas bahwa pasangan suami istri yang tidak mempunyai Buku Nikah karena perkawinannya tidak tercatat atau dicatatkan yang biasa disebut Nikah Siri, tidak dapat memperoleh hak – haknya untuk mendapatkan dokumen pribadi yang dibutuhkan, termasuk anak – anak mereka tidak akan memperoleh Akta Kelahiran dari Kantor Catatan Sipil. Solusi yang dapat ditempuh oleh mereka adalah mengajukan permohonan Itsbat Nikah ke Pengadilan Agama.

Seperti di Kabupaten Purwakarta ternyata masih banyak pasangan suami istri yang sudah menikah namun tidak memiliki dokumen pernikahan karena melakukan Nikah Siri, hal ini berdasarkan banyaknya perkara Isbat Nikah yang telah ditangani oleh pihak Pengadilan Agama (PA) Purwakarta dengan total perkara ataupun permohonan sebanyak 1.473 perkara.

“Dari data yang kita miliki dari tahun 2014 hingga 2016 sebanyak 1.473 permohonan Isbat Nikah dari masyarakat Purwakarta yang masuk ke pihak kita,” kata Dacep Burhanudin, selaku Humas PA Purwakarta saat ditemui, Jumat (20/01/2017).

Dacep menjelaskan, ada 2 kategori terkait Itsbad Nikah, yaitu permohonan Itsbat Nikah adalah termasuk perkara Voluntair, tetapi jika salah seorang suami atau isteri meninggal dunia, maka permohonan perkara Itsbat Nikah seperti ini termasuk Kontentius.

Untuk diketahui tidak semua permohonan Itsbad Nikah setelah dilakukan sidang di kabulkan oleh hakim karena dalam sidang nanti hakim akan melihat betul tidaknya pernikahan tersebut jika dilihat ada kejanggalan maka hakim berhak menolak permohonan Itsbad Nikah untuk pasangan tersebut.

“Untuk perkara Isbat Nikah yang telah mendapatkan keputusan dari hakim dari jumlah perkara yang kita terima dari tahun 2014 – 2016 sebanyak 1.379 perkara,” jelasnya.

Dacep mengungkapkan setelah pasangan suami istri sudah mengajukan untuk melakukan Itsbad Nikah maka nantinya Pengadilan Agama akan menggelar sidang Itsbad Nikah bagi pasangan tersebut. Pada saat sidang digelar hakim mengabulkan permohonan tersebut maka kantor Pengadilan Agama akan mengeluarkan Penetapan Itsbad Nikah sehingga pernikahan pasangan suami istri tersebut sudah diakui oleh hukum negara.

” Surat tersebut nantinya bisa digunakan sebagai pengganti Akta Nikah yang bisa dipergunakan sebagai syarat untuk mengurus berbagai dokumen yang di perlukan,” ungkapnya. (Zal)

Jabar News | Berita Jawa Barat

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top