Daerah

Soal Kelanjutan Pagelaran Air Mancur, Dedi Tunggu Izin Kepolisian

JABAR NEWS | PURWAKARTA – Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi mengatakan pihaknya menunggu izin dari pihak Kepolisian Resort (Polres ) Purwakarta terkait izin pagelaran air mancur di Taman Sri Baduga.

Ditemui, Kamis pagi (23/02/2017) saat berolahraga di area jogging track dan bagian lingkar dalam taman Taman Air Mancur Sri Baduga bersama Kapolres Purwakarta AKBP Hanny Hidayat dan Dandim 0619 Purwakarta Letkol Ari Deparia Maulana, Dedi menyebut telah berkoordinasi untuk menciptakan skema pengamanan yang tepat dalam pagelaran air mancur selanjutnya.

“Kita penuhi aspek regulasi dari pihak kepolisian, dan sekarang Pak Kapolres, Pak Dandim dan Pak Danyon armed akan merumuskan skema pengamanan agar tidak ada kejadian yang tidak kita harapkan,” kata Dedi kepada awak media.

Bukan hanya izin, Dedi pun menunggu arahan dari pihak kepolisian terkait jadwal pertunjukan. Menurutnya, jika dimungkinkan, Ia meminta pihak keamanan untuk menyusun skema pengamanan pertunjukan dalam tiga kali seminggu.

“Dalam satu kali pertunjukan itu kan bisa tiga sesi. Nah, kalau diizinkan bagaimana jika dibuat seminggu tiga kali saja, tapi kita tunggu apakah diizinkan oleh Pak Kapolres. Gunanya, agar tidak ada penumpukan pada sabtu malam minggunya,” ujarnya menambahkan.

Sementara itu, Kapolres Purwakarta AKBP Hanny Hidayat langsung merespon masukan dari pria yang juga budayawan Sunda tersebut. Menurutnya tahap pertama menuju hal tersebut sudah dilakukan dengan membuka police line yang sejak hari Senin (20/02/2017) terpasang di pintu gerbang taman air mancur terbesar di Asia Tenggara tersebut.

“Police line sudah kami buka, izin sudah dilakukan, kita proses demi masyarakat, kalau sudah ok dan siap, pertunjukan air mancur siap digelar,” ungkap Hanny.

Ketiga unsur Forkominda tersebut terlihat berdiskusi sambil berjalan kaki dan sesekali terlihat berlari kecil di sekeliling area bagian dalam Taman Air Mancur Sri Baduga.

Setelahnya, mereka melakukan pengecekan area yang sedianya akan dijadikan pintu masuk tambahan bagi wanita hamil, lansia, anak-anak dan kaum difabel. (Red)

Jabar News | Berita Jawa Barat

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top