Daerah

Pelajar SMA Sederajat Di Jabar Akan Digratiskan

JABAR NEWS | BANDUNG – Dinas Pendidikan (Diaduk) Provinsi Jawa Barat (Jabar) akan menggratiskan biaya bagi siswa kurang mampu atau rawan melanjutkan pendidikan (RMP) untuk penerimaan peserta didik baru (PPDB) SMA/SMK tahun 2017.

Pembebasan biaya pendidikan tersebut berlaku di sekolah Negeri maupun sekolah Swasta.

“Jadi bagi siswa RMP yang lolos masuk sekolah negeri maupun swasta biaya pendidikannya akan digratiskan, kami sudah berkoordinasi dengan semua Kepala Sekolah se-Jawa Barat untuk hal ini,” ujar Kepala Disdik Jabar, Ahmad Hadadi, Selasa ,(20/06/2017).

Ahmad mengatakan, siswa yg tidak diterima di sekolah negeri melalui jalur akademis maka akan disalurkan ke sekolah swasta di dampingi oleh pihak sekolah negeri yang dituju.

“Sekolah disesuaikan dengan wilayah terdekat calon siswa. Semua sekolah swasta sudah teken MoU dengan sekolah-sekolah negeri. Kami tidak ingin adalagi anggapan bahwa siswa kurang mampu tidak bisa sekolah,” ucap Ahmad.

Sementara itu, untuk kuota penerimaan siswa RMP ini adalah sebanyak 20 persen baik di sekolah negeri maupun sekolah swasta.

“Kuotanya 20 persen untuk negeri dan swasta,” terangnya.

Selain itu untuk siswa yang tidak diterima di sekolah negeri maupun swasta maka akan disalurkan ke SMA Terbuka.

“Jika nanti tidak diterima di negeri dan swasta maka kami akan salurkan siswa ke SMA terbuka. Dan kami jamin kualitas pendidikan dan jenjangnya sama dengan sekolah negeri, karena sekolah terbuka inikan berada dibawah sekolah negeri, jadi sekolah induknya sekolah negeri,” terangnya. 

Untuk metode pendidikan Sekolah Terbuka, dilakukan dengan tiga metode yakni metode pembelajaran yakni melalui metode tatap muka, dengan daring (online) dan kombinasi.

Di Jawa Barat sendiri sekolah terbuka ini sudah ada di beberapa wilayah seperti KBB, Cianjur, Kabupaten Bogor, Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Garut.

“Hingga saat ini, sekolah terbuka sudah memiliki sebanyak 4000 siswa dan telah berhasil meluluskan 600 siswa. dari segi mutu pendidikan sama, jenjang sama. Kabupaten yang angka partisipasi rendah maka akan diwajibkan membuka SMA Terbuka,” tutup Ahmad. (Nur)

Jabar News | Berita Jawa Barat

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top