Daerah

IPNU Purwakarta Siap Menjadi Benteng Pertama Menangkal Pengaruh Negatif Dikalangan Pelajar

JABAR NEWS | PURWAKARTA – Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PC IPNU) Purwakarta menyatakan siap menjadi benteng pertama untuk menangkal pengaruh negatif bagi pelajar di Purwakarta.

Sebagai wujud dari sikap tersebut, PC IPNU Purwakarta secara rutin melaksanakan kegiatan Sosialisasi Anti Gerakan Radikal, Free Seks dan Bahaya Narkoba disetiap sekolah yang ada di Purwakarta.

Seperti hari ini, Kamis (20/07/2017) PC IPNU Purwakarta mengadakan acara tersebut di SMK Al Hikmah yang berada di jalan Pesantren, Cigedogan Kelurahan Sindangkasih. Purwakakarta.

“Saat ini gererasi muda khususnya para pelajar menjadi salah satu kelompok yang cukup mudah terpengaruh dengan hal-hal negatif dari luar. Kita dari PC IPNU siap menjadi benteng pertama untuk menangkal hal tersebut. Sehingga kegiatan seperti ini akan terus kita lakukan,” kata Ketua PC IPNU Purwakarta Cecep Hidayatussolihin, Kamis (20/07/2017).

Cecep menjelaskan, kegiatan seperti ini harus secara rutin dilaksanakan, agar pelajar bisa dengan cepat memahami lingkungan sekitarnya sehingga tidak mudah terpengaruh hal-hal negatif.

Selain itu Cecep mengungkapkan, kegiatan serupa juga sebelumnya telah dilaksanakan PC IPNU di beberapa sekolah lainnya seperti MA YPPA dan SMK Prabu Sakti. Kedepan kegiatan ini akan terus digelar disetiap sekolah yang ada di Purwakarta.

“Selain sosialisasi, kita juga menggali potensi positif para pelajar agar bisa menjadi kebanggaan orang tua, agama dan bangsa bukan untuk menjadi pembangkang orang tua apalagi menjadi pelajar radikal,” ungkapnya.

Sementara itu, ditempat yang sama, Kepala SMK Al Hikmah H. Saparudin mengapresiasi apa yang dilakukan pihak PC IPNU Purwakarta guna menangkal pengaruh negatif bagi pelajar yang ada di Purwakarta.

Ia juga menambahkan, ada beberapa metode yang diterapkan pihaknya bagi pelajar di SMK Al Hikmah untuk menjauhkan mereka dari pengaruh negatif dari luar. Seperti pelajar diasramakan dan memberikan metode pembelajaran salafy. Contohnya para pelajar belajar mempelajari kitab kuning.

“Ini adalah ikhtiyar kami dalam menolak keras gerakan radikal, free seks dan narkoba di kalangan pelajar. Semoga metode ini bisa juga diterapkan oleh banyak sekolah di Purwakarta,” tambahnya. (Had)

Jabar News | Berita Jawa Barat

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top