Daerah

Komunitas Lentera Mimpi Dampingi Warga Cikolotok Kembangkan Budaya Membaca

JABAR NEWS | PURWAKARTA – Adanya sejumlah warga usia pelajar yang hanya tamat sekolah sampai SMP saja menjadi perhatian bagi Komunitas Lentera Mimpi Purwakarta.

Di wilayah Kabupaten Purwakarta, tepatnya Kampung Mekar Jaya (Cikolotok), Desa Margasari, Kecamatan Pasawahan cukup banyak anak-anak yang hanya mengeyam pendidikan hingga tingkat SMP saja.

Usai menamatkan pendidikan di SMP, para pelajar tersebut lebih tertarik untuk bekerja sebagai pengepul barang bekas dari pada melanjutkan pendidikan.

“Melihat apa yang terjadi disini kami dari Komunitas Lentera Mimpi merasa terpanggil untuk menumbuhkan kesadaran pelajar agar mau melanjutkan pendidikan ke jenjang selanjutnya,” kata Ketua Komunitas Lentera Mimpi Asan Solehudin, Rabu (19/07/2017).

Komunitas Lentera Mimpi yang beranggotakan mahasiswa dari berbagai kampus tersebut secara rutin mendatangi para pelajar di Cikolotok. Mereka mengadakan kegiatan belajar diluar jam sekolah. Kegiatan tersebut belajar diantaranya, belajar bersama, mengulangi pelajaran mereka di sekolah. Selain para pelajar juga diajarkan membuat kerajinan tangan dari bahan bekas hingga memiliki nilai ekonomis.

“Semua yang kita lakukan itu semata-mata untuk memberikan pemahaman tentang artinya pentingnya sebuah pendidikan,” jelas Asan.

Sementara itu ditempat terpisah, Hadi Albulaqi selaku Ketua Komunitas Pena dan Lensa (Kopel) Purwakarta mengapresiasi apa yang dilakukan oleh Komunitas Lentera Mimpi tersebut. Sebagai sesama komunitas yang bergelut di bidang membaca dan menulis (Literasi), akan membantu untuk membuat Rumah Baca di lokasi tersebut.

“Kita akan membantu mendirikan Rumah Baca dan berharap adanya bantuan dari pihak pemerintah untuk mewujudkan mimpi tersebut,” ungkap Hadi.

DIsisi lain, Ketua BEM Politeknik Enjenering Indorama (PEI) Purwakarta M. Fatwa menambahkan kegiatan yang dilakukan Komunitas Lentera Mimpi adalah salah satu fungsi perannya mahasiswa. Mahasiswa melakukan kontrol sosial di masyarakat, menjadi insan yang dapat membantu dan merubah keadaan, hingga melahirkan calon-calon para pemimpin bangsa dan agama.

“Saya berharap bukan hanya pemerintah saja yang harus memperhatikan keadaan ini, tapi seluruh elemen di Purwakarta harus sama-sama tanggap dalam menyikapi hal seperti ini,” harap Fatwa. (Had)

Jabar Newa | Berita Jawa Barat

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top