Daerah

Mahasiswa Baru Unpad Wajib Tinggal Di Asrama

JABAR NEWS | BANDUNG – Universitas Padjajaran (Unpad) mewajibkan mahasiswa baru tahun akademik 2017/2018 untuk tinggal di asrama.

Aturan tersebut berlaku bagi mahasiswa, Program Studi (Prodi) Kedokteran, Kedokteran Hewan, Farmasi, D4 Kebidanan. Dan juga bagi mahasiswa penerima Bidikmisi secara khusus untuk tinggal di asrama kampus pada tahun pertama perkuliahan.

Direktur Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan Unpad (SDAP) Prof. Dr. Budi Setiabudiawan, dr., Sp.A(K), M.Kes., mengatakan, aktivitas di asrama nantinya akan diisi dengan berbagai program penguatan karakter bagi mahasiswa baru.

“Program yang dilaksanakan nanti merupakan program yang dibuat oleh Ketua Prodi. Dengan demikian, Kaprodi benar-benar dilibatkan dalam membentuk karakter mahasiswa baru,” ujar Budi, Sabtu (29/07/2017).

Budi menjelaskan, berbagai program yang dibuat menyasar pada pengembangan sektor nonakademik mahasiswa. Diantaranya pembinaan disiplin, penguatan kebersamaan, toleransi, serta kepedulian terhadap lingkungan asrama. Diharapkan program ini akan mendukung proses adaptasi serta proses akademik mahasiswa baru.

“Di asrama nanti akan dibantu dengan ibu asrama dan dua kakak senior per prodi. Ibu asrama dan kakak senior ini berperan dalam melaksanakan program, mendukung stabilitas asrama, serta melakukan pengawasan terhadap mahasiswa tanpa mengganggu aktivitas perkuliahan,” terangnya.

Untuk tahun ini, Unpad telah menyediakan 772 kamar dengan daya tampung 1.433 mahasiswa dari beberapa asrama di dalam kampus Jatinangor. Setiap kamar akan diisi setidaknya untuk dua hingga empat mahasiswa.

Prof. Budi menilai, kapasitas asrama saat ini belum memadai untuk menampung seluruh mahasiswa baru Unpad. Untuk itu, hanya prodi Kedokteran, Kedokteran Hewan, Farmasi, D4 Kebidanan, serta mahasiswa penerima Bidikmisi seluruh Prodi yang wajib untuk masuk asrama.

“Saat ini, Unpad memiliki setidaknya 10 gedung asrama dan wisma yang terletak di dalam lingkungan kampus yang rencananya akan diseragamkan dengan nama Bale Wilasa,” ungkapnya.

Pihak Direktorat SDAP sendiri sudah mendata lokasi asrama untuk mahasiswa Bidikmisi serta untuk mahasiswa reguler. Pendataan ini didasarkan pada perbandingan jenis kelamin per program studi dengan jumlah daya tampung setiap asrama.

Program wajib asrama juga berlaku untuk calon mahasiswa baru Prodi di Luar Kampus Utama (PSDKU) di Kabupaten Pangandaran dan Kabupaten Garut.

Selain mampu beradaptasi, Prof. Budi pun berharap mahasiswa baru dapat menjaga kebersihan lingkungan asrama. Aktivitas ini dilakukan agar kondisi asrama terawat dan dapat digunakan lagi untuk mahasiswa baru di tahun berikutnya.

“Pahami peraturan asrama dan ikuti program yang dilaksanakan,” terang Budi.

Meski demikian, mahasiswa baru reguler dari Prodi lainnya tetap mendapatkan pembinaan karakter melalui pengayaan mata kuliah Olahraga, Kesenian, dan Kreativitas sebagai bagian dari program Tahapan Persiapan Bersama. (Nur)

Jabar News | Berita Jawa Barat

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top