Daerah

Antisipasi Kelangkaan Gas Elpiji 3 Kg, Pemkab Purwakarta Gelar Rakor

JABAR NEWS | PURWAKARTA – Untuk mengantisipasi terjadinya kelangkaan Gas elpiji 3 kg, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purwakarta melalui Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian (Diskop,UKM & Perdagin) Purwakarta mengadakan Rapat Koordinasi (Rakor).

Rakor yang diadakan di Aula Bank BJB Purwakarta lantai tiga tersebut dihadiri para agen dan pangkalan gas elpiji, Kepala Desa, serta pihak terkait lainnya.

“Kita dari Diskop,UKM & Perdagin Purwakarta memiliki tugas untuk melakukan pengawasan tentang barang yang beredar. Salah satunya melakukan pengawasan terkait pendistribusian gas elpiji subsidi 3 kg,” kata Kepala Diskop,UKM & Perdagin Purwakarta Entis Sutisna kepada awak media, Kamis (14/09/2017).

Entis menjelaskan dalam Rakor ini dibahas beberapa hal yang berkaitan dengan gas elpiji 3 kg. Baik aturan pendistribusian, harga dengan tujuan tidak terjadinya kelangkaan serta harga yang lebih tinggi dari Harga Eceran Tertinggi (HET).

“Tadi kita sudah berdiskusi dengan pelaku usaha gas, baik itu agen maupun pangkalan gas elpiji 3 kg. Kita sudah mendengarkan masukan dan juga permasalah yang mereka alami,” ucap Entis.

Entis menjelaskan, saat ini Purwakarta memiliki 12 agen dan 386 pangkalan gas elpiji 3 kg. Namun sayangnya keberadaan pangkalan belum merata di seluruh desa. Hal tersebut salah satu penyebab terjadinya kelangkaan dan tingginya harga. Dalam rapat tadi sudah di bahas, dalam waktu dekat ini, semua Desa di Purwakarta akan memiliki pangkalan gas elpiji 3 kg.

“Untuk kuota gas elpiji 3 kg di Purwakarta sebenarnya sudah cukup. Makanya kita heran adanya laporan dari masyarakat jika gas elpiji susah didapat,” jelas Entis.

Entis berharap dengan adanya rapat ini tidak terjadi lagi adanya kelangkaan gas elpiji 3 kg, sehingga tidak menimbulkan keresahan di masyarakat.

Sementara itu, Kabid Perdagangan Diskop,UKM & Perdagin Purwakarta Wita Gusrianita menambahkan hasil rapat ini nantinya akan diimplementasikan dilapangan.

Kegiatan rapat ini juga akan digelar secara rutin agar komunikasi terus terjalin dengan baik. Jika ditemukan adanya kendala di lapangan bisa segera dicarikan solusinya sehingga tidak berdampak negatif bagi masyarakat khususnya di Purwakarta.

“Kita juga butuh peran serta semua masyarakat untuk mengawasi pendistribusian gas elpiji 3 kg. Itu semua untuk menghindari terjadinya oknum yang tidak bertanggungjawab untuk mendapatkan keuntungan tapi dengan cara yang salah,” tambahnya.

Ia berharap, jika ditemukan adanya dugaan permainan di lapangan segera melapor ke pihak Diskop,UKM & Perdagin Purwakarta. (Zal)

Jabar News | Berita Jawa Barat

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top