Daerah

Gabungan Organisasi Mahasiswa Menilai Rektor Unsika Bertindak Arogan

JABAR NEWS | KARAWANG – Sejumlah organisasi kemahasiswaan geram atas kebijakan yang dikeluarkan oleh Rektor Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) yang dianggap arogan.

Aturan yang nilai arogan tersebut yaitu dengan mencabut spanduk-spanduk ucapan selamat datang bagi mahasiswa baru Unsika dalam pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Kampus.

“Kami sangat menyayangkan tindakan pencabutan spanduk organisasi eksternal. Padahal spanduk itu berisi sambutan selamat datang bagi mahasiswa baru di Unsika. Dengan tindakan itu ada indikasi pihak kampus ingin membersihkan organisasi eksternal dari kampus,” ucap Ketua Cabang PMII Karawang, Ricky Sofiyan, Sabtu (02/09/2017).

Ia juga menambahkan, tindakan tersebut menuai protes dari kader-kader Organisasi eksternal, khususunya PMII dan GMNI. Bahkan siap lakukan aksi ke Rektorat kalau pihak kampus bersikap angkuh seperti itu.

“Kita telah bersepakat dengan GMNI untuk terus mengawal kasus ini. Ini menyangkut harga diri organisasi, tentu kita tidak rela kalau organisisasi kita di injak-injak,” tambahnya.

PMII menilai upaya yang dilakukan oleh Rektor Unsika dengan menciptakan gejolak yang tidak konstruktif di internal organisasi mahasiswa seperti BEM dan BLM serta pembredelan wajah organisasi mahasiswa eksternal adalah bentuk penghinaan terhadap mahasiswa yang dianggap sebagai sampah.

“Kamu sudah berbaik hati pada Unsika. Kami hanya ingin berikan sambutan, tapi yang ada malah dihina seperti ini,” ujarnya.

Sementara itu, Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) yang juga mendapatkan perlakuan yang sama dari Unsika merasa sangat prihatin atas sikap tidak bijaksana yang dilakukan oleh Rektor Unsika melalui para utusannya.

“KAMMI menginginkan pihak Unsika membuka diri agar mahasiswa Unsika bisa lebih banyak belajar dan berperan aktif mengamalkan ilmunya. Bukan malah menginjak-injak seperti ini,” ujar Ketua KAMMI Cabang Karawang, Arif

KAMMI pun meminta Rektor Unsika bersikap kesatria dengan memohon maaf dan melakukan klarifikasi secara terbuka terhadap organisasi ekstra mahasiswa atas kebijakannya.

“Jangan sampai kemudian kami mengambil sikap yang lebih keras untuk menanggapi masalah ini,” tegasnya.

Tidak hanya itu, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Karawang sendiri menilai upaya yang dilakukan oleh Unsika sebagai bentuk pancingan terhadap organisasi ekstra kampus untuk berperang secara mental.

“Sejauh ini kami kooperatif, kader-kader kami di intra pun diarahkan kepada hal yang konstruktif. Tapi melihat seperti ini kajian-kajian dan isu kelembagaan yang menyimpang sepertinya harus kami angkat kepermukaan,” ujar A. Bahrudin Wakil Ketua Bidang Hubungan Luar dan Politik DPC GMNI Karawang.

Selain itu, GMNI berharap agar rektor Unsika bisa lebih menunjukan sikap bijaksananya.

“Kalau pakai etika, baik-baik dan lakukan teguran kami mungkin bisa menerima. Tapi ini pencopotan spanduk yang isinya baik dengan cara tidak baik,” tegasnya.

Menurut informasi, sejumlah elemen organisasi ekstra kampus tersebut akan terus mengumpulkan data-data mengenai kebijakam menyimpang dan sikap arogan lembaga, yang dapat dijadikan dasar untuk melakukan aksi besar-besaran menuntut mundur rektor Unsika.

“Kami akan segera melakukan aksi, agar pihak Unsika sadar bahwa kami pun punya harga diri yang mestinya dilindungi,” tegas Bahrudin. (Kar)

Jabar News | Berita Jawa Barat

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top