Daerah

Ketua P2TP2A: Penanganan Pengungsi Rohingya Harus Prioritaskan Perempuan dan Anak

JABAR NEWS | BANDUNG – Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Jabar, Netty Prasetiyani, mengungkapkan bahwa penanganan pengungsi Rohingya harus mengedepankan trauma perempuan dan anak.

“Jika terjadi konflik baik kecil ataupun besar, horizontal maupun vertikal maka dapat dipastikan perempuan, anak, dan keluarga menjadi kelompok yang paling menderita,” ujar Netty, Selasa.(12/09/2017).

Dirinya mengutuk keras kekerasan dan pembantaian terhadap etnis Rohingya di Myanmar karena trauma yang ditimbulkan dapat mengundang perasalahan baru seperti halnya humas trafficking atau perdagangan manusia yang masih menjadi permasalahan serius.

“Untuk itu atas nama bangsa yang menjunjung harkat dan martabat kemanusiaan mengutuk keras pembantaian etnis Rohingya,” ucapnya.

Netty meminta agar Pemerintah Myanmar segera menghentikan operasi militer dan tindakan brutal tersebut.

“ASEAN dan PBB harus segera turun tangan menghentikan pembantaian dan memberikan bantuan,” tambahnya.

Indonesia, menurut Netty, dalam sejarah perdamaian dunia memiliki peran penting, salah satunya memprakarsai berlangsungnya Konferensi Asia Afrika (KAA).

“Indonesia harus aktif. Saya memohon kepada Bapak Presiden Jokowi agar melakukan langkah dan diplomasi lanjutan,” jelasnya.

Netty juga menghimbau kepada warga Jabar agar berperan aktif dalam aksi kemanusiaan kepada etnis Rohingya serta mendoakan agar krisis kemanusiaan tersebut segera terselesaikan.

“Atas nama kemanusiaan, mengajak masyarakat Jabar yang dilandasi silih asih, silih asah, dan silih asuh, untuk mengulurkan tangan dan memberikan bantuan, serta menengadahkan tangan meminta agar Allah Swt memberikan pertolongan dan perlindungan kepada warga Rohingya, khususnya bagi perempuan dan anak-anak,” harapnya. (Nur)

Jabar News | Berita Jawa Barat

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top