Daerah

Sumur Warga Desa Gandamekar, Purwakarta Mulai Kering Akibat Kemarau

JABAR NEWS | PURWAKARTA – Musim kemarau yang terjadi sejak bulan Juni 2017 mulai berdampak di beberapa wilayah di Purwakarta pada persediaan air sumur yang semakin sulit.

Warga mengaku mulai resah dan khawatir dengan kondisi kemarau yang cukup panjang seperti sekarang ini. 

Seperti di Desa Gandamekar, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta sejumlah sumur di rumah warga nyaris dangkal dan tidak lagi mengeluarkan air.

Anwarudin (47) salah satu warga mengaku mulai kewalahan dengan kondisi kemarau yang melanda Desanya saat ini. 

Pasalnya, sumur yang ada dikediamannya semakin hari semakin dalam dan nyaris dangkal. Dengan demikian kekuatan pompa air yang biasa dipakai untuk menyedot air pun tak lagi berfungsi karna tak kuat lagi memompa air di dalam sumur tersebut. 

Dengan kondisi seperti ini terpaksa Anwar harus beralih menggunakan tali atau tambang karet untuk menimba air di sumurnya.  

“Sumurnya sudah mau dangkal, pompa airnya juga sudah tidak kuat lagi nyedot air didalam sumur karna sumurnya semakin dalem. Jadi sementara saya pake tali tambang saja,” ujar Anwar, Jum’at (08/09/2017).

Anwar berharap secepatnya turun hujan agar sumurnya kembali dipenuhi air bersih. Sehingga tidak usah lagi susah payah menimba dengan menggunakan tali tambang. 

“Semoga saja turun hujan dalam waktu dekat,  dan saya tidak lagi harus menimba menggunakan tali tambang”, tambah Anwar. 

Berbeda dengan dengan Heru (28). Pemuda Asal Desa Gadamekar yang berprofesi sebagai pengusaha menengah kebawah ini lebih prihatin melihat kondisi beberapa sumber mata air yang terdapat di Desa Gandamekar yang dulunya sering dijadikan tempat mandi, menyuci dan lain-lain kini terlihat kumuh dan tidak lagi terusur. 

Menurut Heru hal tersebut layak mendapat perhatian dari pemerintah. Pasalnya, air merupakan kebutuhan pokok utama yang harus benar-benar diperhatikan keberadaan dan kebersihannya. 

Heru berharap akan ada perhatian dan tindak lanjut dari pemerintah untuk membangun dan memperlayak fasilitas umum yang sifatnya menutupi kebutuhan warga dalam hal air bersih. 

“Semoga saja secepatnya ada perhatian khusus dari pemerintah untuk membangun dan membenahi tempat mata air yang ada di desa saya ini. Sehingga bisa kembali menjadi tempat yang manfaat bagi warga, khususnya di saat kondisi kemarau seperti sekarang ini,” harap Heru. (Red)

Jabar News | Berita Jawa Barat

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top