Daerah

Syaifullah Menangis Saat Dedi Mulyadi Sampaikan Welas Asih

JABAR NEWS | PURWAKARTA – Suasana haru terasa di kelas IX A SMPN 5 Purwakarta, ketika Syaifullah (14) dipanggil Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi kedepan.

Awal mula tampak raut wajah tidak percaya diri ketika dirinya kedepan akan tetapi Dedi meminta Iful (sapaan Syaifullah) tetap percaya diri ditengah kurangnya kemampuan keluarganya secara ekonomi.

“Harus percaya diri dan kerja keras. Dulu saya seperti kamu,” ungkap Dedi kepada Iful di Kelas XI A SMPN 5 Purwakarta, Kamis (07/09/2017).

Di depan kelas Iful mengaku kesehariannya sehabis sekolah ia menggembalakan domba milik tetangganya. Sehari-hari dia harus menyabit rumput untuk domba gembalaannya dengan mendapatkan bayaran Rp. 3000 rupiah sehari.

“Banyak punya bos pak, pulang sekolah nyari rumput bayarannya lumayan buat bekal,” ungkapnya kepada Dedi.

Pelajar asal Kampung Poponcol, Kelurahan Ciseureuh, Purwakarta ini tinggal bersama ayah dan adiknya. Ayahnya sendiri merupakan seorang buruh bangunan, sedangkan ibunya sudah lama meninggal ketika dirinya berusia 10 tahun.

“Ayah buruh bangunan, ibu sudah lama meninggal dunia. Sehari-hari ya hasil dari ayah ya disyukuri aja walaupun banyak kurangnya,” tuturnya.

Mendapatkan cerita dari Iful langsung, tampak raut wajah Dedi Mulyadi terlihat berkaca-kaca bahkan air matanya terlihat mengalir. Untuk meringankan dan semangat kerja keras Eful serta kepercayaan dirinya.

Dedi pun memberikan uang sejumlah Rp. 5 Juta untuk dibelikan 3 ekor domba betina dan satu ekor jantan selain untuk dibelikan seragam dan sepatu Iful.

“Belikan 3 ekor domba betina dan 1 ekor jantan buat seragam dan sepatu ke sekolah. Kamu tetap semangat dan percaya diri ketika yang lain sibuk dengan gadget. Kamu menyibukan diri membantu orang tua dan kedepan kamu punya domba sendiri,” ujar Dedi.

Tak pelak hal tersebut membuat suasana haru bahkan teman sekelas Saifullah tampak menyeka air mata ketika.

Dedi pun memberikan pesan kepada teman sekelas Iful yang lainnya bahwa bagi yang mapan manfaatkan selagi bisa untuk saling membantu terhadap sesama.

“Bagi yang mapan bersyukur apalagi yang masih memiliki orang tua lengkap, karena kerja keras saya punya domba sendiri saya dulu seperti saefullah asal mau kerja keras saling menyayangi dan memberi terhadap sesama,” pesan Dedi. (Red)

Jabar News | Berita Jawa Barat

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top