Inspirasi

Unpad Raih Penghargaan “Grey Literature” dari Perpustakaan Nasional

JABAR NEWS | BANDUNG – Universitas Padjadjaran mendapat penghargaan dari Perpustakaan Nasional Indonesia untuk kategori “Grey Literature” atas keaktifan Unpad mengimplementasikan Undang-undang Nomor 4 Tahun 1990 tentang serah simpan karya cetak dan karya rekam.

Penghargaan ini diberikan langsung dari pihak Perpusnas kepada Direktur Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan (SDAP) Unpad Prof. Dr. Budi Setiabudiawan, dr. Sp.A(K), M.Kes.

Budi menjelaskan, grey literature merupakan seluruh karya ilmiah dan nonilmiah yang dihasilkan perguruan tinggi atau lembaga induk lainnya dari setiap perpustakaannya.

“Karya tersebut ilmiah seperti skripsi, tesis, disertasi, makalah, publikasi internal dan eksternal, karya ilmiah lainnya,” jelasnya dalam rilis yang diterima, Sabtu (16/09/2017).

Upaya aktif Unpad dalam mengimplementasikan UU tersebut terlihat dari pemanfaatan portal daring (online) kandaga.unpad.ac.id untuk mendokumentasikan dan mengakses seluruh karya ilmiah yang dihasilkan civitas academica Unpad.

“Direktorat SDAP sudah mengembangkan sistem pencarian one search melalui portal kandaga, jadi semua produk dari civitas academica semuanya disimpan dalam Kandaga,” kata Budi.

Portal Kandaga mengintegrasikan berbagai produk dan sistem penunjang pembelajaran, yakni repositori digital, e-journal, sistem e-resources, e-book, Unpad Library (LIMS), hingga penyediaan perkuliahan berbasis daring (e-learning).

Dalam sistem repositori, karya yang disimpan berupa skripsi, tesis, disertasi. tugas akhir, publikasi riset, hingga karya ilmiah lainnya yang ditulis oleh dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan. Berbagai buku yang telah diterbitkan Unpad Press juga dapat diakses oleh pengunjung portal melalui sistem e-book.

“Untuk jurnal sudah berlangganan 6 e-journal dan disimpan dalam summon yang ada di Kandaga,” ujarnya.

Sementara e-resources, lanjut Budi, merupakan sistem pencarian karya civitas academica Unpad dari berbagai jurnal nasional maupun internasional. Dengan integrasi sistem repositori dan e-resources, pencarian terhadap karya civitas academica Unpad akan lebih lengkap dan mudah.

Keunggulan lain dari portal ini adalah adanya sistem integrasi digital antara perpustakaan unpad dan seluruh fakultas melalui Unpad Library (LIMS). Budi menerangkan, melalui sistem ini satu fakultas dengan mudah dapat mencari berbagai referensi dari perpustakaan fakultas lain tanpa harus mendatanginya.

“Portal satu pintu Kandaga ini merupakan terobosan pertama yang dilakukan perguruan tinggi di Indonesia jadi dapat diakses secara umum dan dimana saja melalui komputer atau perangkat elektronik lain,” tutupnya. (Nur)

Jabar News | Berita Jawa Barat

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top