Daerah

BKSDA Jabar Melalui The Aspinall Foundation Pulangkan 10 Ekor Lutung Jawa Ke Malang

JABAR NEWS | BANDUNG – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Barat berkerjasama dengan The Aspinall Foundation (TAF) melakukan translokasi 10 ekor lutung spesies Jawa yang bernama latin Trachypithecus Auratus ke pusat rehabilitasi lutung jawa di Coban Talun Batu, Jawa Timur.

Kepala Pengurus Satwa The Aspinal Foundation, Sigit Ibrahim mengatakan dari 10 ekor lutung jawa tersebut 6 diantaranya merupakan lutung yang didatangkan dari hasil repatriasi di kebun binatang Howletts Inggris milik Aspinall Foundation yang didatangkan sejak Januari 2017 lalu dan 4 ekornya lainya merupakan hasil penegakan hukum yakni dua ekor dari BKSDA DKI Jakarta dan dua ekor lainnya dari BKSDA Ciamis.

“Yang kita kirim saat ini 10 ekor lutung komposisinya 7 jantan dan 3 betina. 6 ekor didatangkan hasil repatriasi dari kebun binatang Howletts Inggris milik Aspinal Foundation yang 4 ekornya hasil penegakan hukum, yang kemudian dititip rawatkan oleh BKSDA Jabar ke tempat kami untuk direhabilitasi dan dikembangbiakan,” ujar Sigit saat diwawancara di Stasiun Bandung, Selasa (10/10/2017).

Sigit mengungkapkan, kesepuluh ekor lutung jawa tersebut sudah menjalani proses rehabilitasi di pusat rehabilitasi primata jawa di Ciwidey Bandung Selatan yang rencananya akan dipindahkan ke pusat rehabilitasi lutung jawa di Coban Talun Batu, Malang, Jawa Timur.

“Nantinya lutung-lutung ini akan bergabung dengan lutung hasil rehabitan disana kemudian dilapas liarkan alam bebas,” ujarnya.

Sentara itu untuk kesehatan ke seluruhan lutung jawa ini Sigit memastikan satwa tersebut sudah siap lepas dan siap kirim dan tidak terindikasi adanya penyakit menular serta perilakunyanya alami.

“Kondisinya sudah dipastikan oleh dokter hewan yang bertugas bahwa satwa ini siap lepas siap dikirim salah satunya bahwa mereka perilakunya sudah mulai terlihat perilaku alami sudah mulai meminati pakan alam kemudian mulai menjauhi interaksi dengan manusia kemudian memang tidak terindikasi adanya penyakit menular kesemuanya,” terangnya.

Sedangkan untuk usia, lutung jawa ini memiliki usia yang berbeda-beda mulai dari usia 4 tahun dan yang paling tua berusia sekitar 12 sampai 13 tahun yang merupakan lutung hasil sitaan terbaru.

“Usia beragam ada yang memang berpasangan itu usia 4 tahun dan 5 tahun ada juga yang memang sudah bentuk keluarga anakan usia tiga tahun yang paling tua sekitar 12 dan 13 tahun,” jelasnya.

Kesepuluh lutung jawa tersebut akan melakukan perjalanan menggunakan kereta api dari Stasiun Bandung menuju Malang dengan waktu keberangkatan dari Stasiun Bandung sekitar pukul 16.00 WIB dan diperkiran sampai di Malang pada Esok hari sekira pukul 7 pagi. (Nur)

Jabar News | Berita Jawa Barat

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top