Daerah

Dedi Mulyadi: Bukan Hanya Perang Tugas Prajurit TNI

JABAR NEWS | PURWAKARTA – Hari ini, Kamis (05/10/2017) Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi menghadiri pelaksanaan upacara peringatan HUT TNI ke-72 tahun 2017.

Pelaksanaan kegiatan tersebut di gelar Kodim 0619/Purwakarta di lokasi TMMD ke-100, tepatnya di lapangan bola Desa Margaluyu, Kecamatan Kiarapedes, Kabupaten Purwakarta.

Kepada awak media Dedi menjelaskan bahwa tugas prajurit TNI tidak hanya sebatas untuk berperang guna mempertahankan negara dari serangan musuh.

TNI lahir dari rakyat dan mereka tidak bisa terpisahkan. Oleh sebab itu TNI tempatnya bukan di barak saja tapi juga di lingkungan masyarakat. Artinya, TNI tak hanya bertugas untuk berperang saja.

“Dalam masa damai dan aman TNI memiliki fungsi pembangunan, ada peran dalam mendorong serta memotivasi masyarakat untuk membangun daerahnya,” jelasnya.

Berkaitan dengan hal itu, Dedi amat mendukung dan mengapresiasi pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD).

Dimana saat ini Kodim 0619/Purwakarta sedang melaksanakan TMMD ke-100 yang kini sedang berjalan sebagai bentuk sinergitas membangun daerah.

“Sinergitas Pemerintah Daerah dengan TNI dan masyarakat merupakan harta mati,” tegasnya.

Dedi menambahkan, peran prajurit TNI di zaman sekarang juga sangat diperlukan untuk membentuk prilaku anak muda agar lebih baik.

Dengan kemajuan teknologi saat ini, semua hal bisa mereka lihat dengan mudah dan terkadang hal terbit membuat para generasi muda melakukan hal negatif.

Sebagai generasi penerus bangsa ini, anak muda harus diselamatkan dari prilaku negatif, dan peran TNI juga sangat dibutuhkan untuk mewujudkan hal tersebut.

“Bisa saja nanti perlu ada kerjasama antara Pemerintah Daerah dengan TNI dalam hal ini Kodim 0619/Purwakarta untuk mengajarkan arti kedisiplinan sesuai porsi mereka sebagai pelajar,” tambahnya.

Dedi mengungkapkan, anak muda dan pelajar saat ini cendrung berprilaku negatif, mabuk-mabukan, konsumsi narkoba, tawuran dan lainya. Ini karena karakter mereka tidak disiplin dan jauh dari prilaku positif.

Dedi menilai adanya indikasi lemahnya nasionalisme kebangsaan dikalangan generasi muda dan pelajar.

Untuk itu TNI juga bisa hadir sebagai pelopor pembangun karakter kemandirian dan kedisiplinan pada pelajar dan generasi muda Indonesia.

“Anak-anak sekarang kebanyakan lebih bangga dengan budaya asing ketimbang budaya negara nya sendiri, budaya daerah dan kampungnya sendiri. Kalau doktrin nasionalismenya lemah bisa berbahaya,” ungkap Dedi.

Sebagai penutup Dedi menuturkan, peran TNI sangat penting setidaknya berperan sebagai pelopor pembangunan doktrin nasionalisme kebangsan yang kuat bagi generasi muda dan pelajar. (Zal)

Jabar News | Berita Jawa Barat

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top