Polhukam

Diundang PDIP, Ini Respon Netty

JABAR NEWS | BANDUNG – Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A), Netty Prasetiyani Heryawan belum bisa memastikan kedatangannya terkait undangan dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) pada 21 Oktober mendatang.

“Masalah kehadiran ini secara teknis harus kita sesuaikan dengan agenda atau jadwal kegiatan saya, kalau gak salah kalau memang tanggalnya 21 kan ya dan saya akan menikahkan anak saya yang kedua, ya nanti kita tanya bapak yah, diantara waktu-waktu antara akad dan resepsi mungkin gak saya datang lihat aja nanti,” ujar Netty saat diwawancara di Gedung Sate Bandung, Selasa (17/10/2017).

Meski begitu, Netty mengaku hingga saat ini dirinya belum menerima undangan secara fisik dari PDIP terkait pertemuan tersebut.

“Belum liat undanganya, secara fisik saya belum lihat undangannya, masih baru dapat kabar dari kanan kiri baru lihat di timeline sehungga secara fisik saya belum lihat undangannya,” akunya.

Mendapat penilaian sebagai salah satu tokoh yang potensial di Jawa Barat oleh PDIP, Netty mengungkapkan hal tersebut merupakan suatu kehormatan bagi dirinya karena dapat diterima kehadirannya oleh semua pihak khusunya partai politik.

“Tentu saya merasa menjadi sebuah kehormatan bahwa kehadiran saya diterima berbagai pihak khususnya kekuatan partai politik. Saya ucapkan terimakasih kalau kehadiran saya dapat diterima oleh semua pihak khususnya juga kekuatan partai politik di Jawa barat, kan PDIP kekuatan politik terbesar di Jawa Barat pemenang pemilu 2014 kemarin kan PDIP jadi saya bersyukur,” terangnya.

Dengan adanya rencana pertemuan tersebut, Netty berharap dapat terbangun kesepahaman untuk Jawa Barat kedepan agar menjadi penyelenggara dekorasi yang bermartabat dengan melibatkan semua pihak termasuk perempuan.

“Saya berharap pada pertemuan nanti justru yang dibangun adalah sebuah kesepahaman bahwa kedepan Jawa Barat ini harus menjadi pilot project bagi penyelenggaraan pesta demokrasi yang bermartabat dan juga melibatkan semua pihak termasuk juga perempuan dan saya merasa diapresiasi bahwa perempuan bukan hanya menjadi kelompok atau komunitas yang memperbesar suara tapi juga dalam konteks berkontribusi secara pemikiran tentu ini menjadi penting,” jelasnya. (Nur)

Jabar News | Berita Jawa Barat

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top