Daerah

HSN 2017, Bandung Jadi Lautan Santri

JABAR NEWS | BANDUNG – Puncak peringatan Hari Santri Nasional (HSN) tahun 2017 di Provinsi Jawa Barat diselenggarakan di Halaman Masjid Raya Bandung Jalan Asia Afrika Bandung.

Dalam acara puncak peringatan HSN tersebut para santri dari setiap perwakilan pesantren-pesantren di Jawa Barat menampilkan berbagai kreatifitas yang dimiliki.

Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan (Aher) mengatakan untuk membangun sebuah pribadi yang sempurna tidak cukup hanya dilandasi dengan kemajuan materi saja. Tetapi juga harus dilandasi dengan kemajuan nurani sehingga dapat menghadirkan kemajuan yang utuh baik secara fisik maupun moralnya.

“Kemajuan yang kita inginkan adalah kemajuan yang utuh materinya, maju pembangunan fisiknya, maju disaat yang sama moralnya jiwa nya juga maju. Itulah peradaban kemajuan yang kita inginkan,” terang Aher saat diwawancara usai memberi sambutan dalam Hari Santri Nasional ke 72 di Bandung, Kamis (26/10/2017).

Untuk itu kata Aher ada dua keilmuan yang harus dikuasi setiap pribadi untuk mewujudkan peradaban yang lebih maju dalam berbagai bidang. Dua hal tersebut yakni keilmuan berdasarkan kitab suci (Al-Quran dan hadist) yang merupakan wahyu transendental .

Namun disaat yang sama memerlukan kemajuan, diperlukan bentuk keilmuan lain yang bersumber dari gejala alam yang kemudian melahirkan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Jika itu dilakukan dapat melahirkan kehidupan yang harmonis, disatu sisi hidup terarah disisi lain maju dan mudah maka kemudahan akibat iptek serta keterarahan dalam kehidupan yang akan melahirkan sebuah peradaban yang unik.

“Ada dua keilmuan yang harus kita kuasai yang pertama adalah keilmuan yang bersumber dari Kitab Suci wahyu transendental yang kemudian melahirkan sejumlah pengetahuan, seperangkat pengetahuan yang isinya tata nilai kehidupan untuk membuat manusia hidupnya di dunia terarah sampai nanti di akhirat,” terangnya.

Aher mengatakan peringatah HSN ini merupakan sebuah penghargaan atas sejarah yang dilakukan para ulama dan santri terdahulu. Kegiatan ini sekaligus mengajak para ulama dan santri yang ada saat ini untuk menghadirkan nuansa kehidupan yang berorientasi pada kehidupan dunia dan akhirat secara bersamaan.

“Mari kita jadikan Hari Santri sebagai penghargaan atas peran sejarah para ulama dan para santri. Kedua mari kita hadirkan nuansa santri dan nuansa kehidupan yang berorientasi pada kehidupan yang utuh dunia dan akhirat sekaligus untuk menjadikan ebuah nuansa kehidupan nasional, kehidupan berbangsa dan tanah air kita,” pungkasnya. (Nur)

Jabar News | Berita Jawa Barat

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top