Smartcity

Pemkot Bandung Bersama BIGRS Desain Simpang Cikudapateuh

JABAR NEWS | BANDUNG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung akan berencana mendesain ulang persimpangan Cikudapateh.

Dalam pelaksanaannya akan berkolaborasi dengan Bloomberg Philanthropies Initiative for Global Road Safety (BIGRS) bersama dengan World Resources Institute (WRI) sebagai mitra keselamatan jalan di program safer street and safer mobility.

Simpang Cikudapateuh yang merupakan pertemuan antara Jalan Gudang Selatan, Jalan Gandapura, Jalan Ahmad Yani dan Jalan Kembang Sepatu, merupakan persimpangan berikutnya yang akan dipoles oleh Pemkot Bandung.

“Kami berupaya untuk menciptakan rancangan desain persimpangan jalan yang aman dan lebih berkeselamatan,” kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung, Didi Ruswandi  saat menghadiri program Bandung Menjawab di Balai Kota Bandung, Selasa (24/10/2017).

Areal simpang yang sangat luas Lokasi simpang yang tidak dilengkapi oleh trotoar dan ditambah dengan adanya perlintasan kereta api menjadi tantangan bagi para pengguna jalan, terutama bagi para pejalan kaki.

Persimpangan seluas 560m2 yang didesain langsung oleh Walikota Bandung, Ridwan Kamil tersebut dibangun pada bulan November 2016 dan diresmikan di awal tahun 2017.

Perilangan Cikudapateh, bertujuan untuk menciptakan ruang yang ramah bagi pejalan kaki.

“Menyusul keberhasilan pembangunan Simpang Veteran yang tidak hanya memperindah kawasan, namun juga memberikan ruang bagi para pejalan kaki,” tuturnya.

Mengusung dua desain yang berbeda terkait perubahan Persimpangan Cikudapateuh, Pemkot Bandung, Satlantas Kota Bandung, BIGRS bersama dengan WRI mengadakan sosialisasi terkait uji coba rekayasa jalan di areal persimpangan.

Uji coba yang akan dilakukan selama satu minggu penuh ini dimaksudkan untuk melihat sampai sejauh mena efektivitas desain persimpangan baru yang kedepannya akan diimplementasikan secara permanen.

Desain pertama persimpangan akan diujicobakan selama tiga hari yaitu mulai tanggal 24-27 Oktober 2017. Sedangkan uji coba desain persimpangan kedua akan berlangsung dari tanggal 28-30 Oktober 2017. Apabila uji coba dari keduanya dinyatakan berhasil, hasil desain akan diajukan dan diimplementasikan secara permanen oleh pemerintah Kota Bandung.

perwakilan World Resource Institute, Retno menambahkan dengan dipermanenkannya rancangan simpang Cikudapateh ini diharapkan dapat menurunkan angka kecelakaan di areal persimpangan.

“Diharapkan dengan dipermanenkannya rancangan persimpangan ini tidak hanya akan memberikan ruang gerak yang layak bagi para pengguna jalan namun juga dapat menekan angka fatalitas kematian yang disebabkan oleh kecelakaan lalu lintas di sekitar areal persimpangan,” tutupnya. (Ted)

Jabar News | Berita Jawa Barat

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top