Daerah

Regenerasi Perajin Batik Tasik Terancam Punah

JABAR NEWS | KOTA TASIKMALAYA – Bertepatan dengan Hari Batik Nasional kemarin, pengrajin batik Tasikmalaya mengaku mendapati peningkatan omset dari tahun sebelumnya. Namun, kekhawatiran muncul karena faktor regenerasi yang terhambat.

Sebagai pengelola Deden Batik, Candra Lesmana mengatakan, dibandingkan dengan tahun lalu, omset penjualan batik Tasikmalaya mengalami peningkatan sekitar 20%. Hal ini menunjukan bahwa batik Tasikmalaya ini masih ramai peminat.

“Yang paling dikhawatirkan sekarang adalah regenerasi pengrajinnya yang mulai sepi peminat. Anak muda zaman sepertinya enggan menggemari dunia batik,” kata dia, Senin (02/10/2017).

Dia juga menuturkan, untuk para pengrajin saat ini didominasi kaum ibu-ibu rumah tangga. Usianya pun sudah terbilang cukup tua. Untuk menarik minat bakat anak muda pihaknya juga sering melakukan sosialisasi tentang batik.

“Untuk pengrajin batik tulis kini hanya ada 11 orang ibu-ibu. Sedangkan batik cap ada 15 ibu-ibu pengrajin,” tuturnya.

Candra mengungkapkan, batik Tasikmalaya sendiri telah memiliki harga jual yang bervariasi. Untuk harga batik cap sekitar Rp. 50.000-Rp. 60.000.

Harga batik semi tulis berada di kisaran harga Rp. 250.000. Lalu, harga untuk batik tulis sendiri mulai harga Rp. 800.000 sampai Rp. 4,5 juta.

“Kami sudah menembus sejumlah negara ASEAN, Eropa maupun Amerika. Seperti, Malaysia, Thailand, Jepang, Amerika dan lainnya,” ucapnya.

Sementara itu, Asisten Produksi Deden Batik, Jaja Galuh berpendapat, batik Tasikmalaya banyak diminati masyarakat Indonesia lantaran coraknya yang terbiasa penuh warna.

“Kalau batik khas Jateng kan pakem-nya gelap. Mereka tidak bisa berubah dari gelap. Sedangkan, batik tasik bisa semua corak warna,” jelasnya.

Sementara dari segi motif, batik Tasikmalaya hampir serupa dengan motif batik lainnya yang dominan dengan bunga. Namun, ada tiga motif yang menjadi ciri khas Tasikmalaya yang tidak ada di tempat lain.

“Motif yang tidak ada ditempat lain yakni, motif merak ibing, cupat manggu dan payung geulis,” terangnya. (Yud)

Jabar News | Berita Jawa Barat

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top