Daerah

Warga Keluhkan Penutupan Jalan Samping Jembatan Pelangi

JABAR NEWS | BANDUNG – Dengan waktu yang relatif singkat yaitu sekitar 6 bulan, akhirnya Over Pass Antapani (Jembatan Pelangi) telah diresmikan dan dipergunakan.

Akan tetapi di balik kesuksesan pembangunan tersebut, sampai saat ini Over Pass tersebut masih mempunyai kendala soal perbaikan.

Perbaikan yang dilakukan salah satunya adalah memperbaiki pipa PDAM yang bocor dan menyebabkan penutupan jalan. Penutupan jalan disamping Over Pass yang sudah berlansung selama hampir 9 bulan menjadi problem baru di lingkungan masyarakat sekitar mengenai akses jalan. 

“Karena hampir setiap hari saya berada di lingkungan sini, itu mengganggu sekali dengan adanya penutupan jalan,” kata Hendra Gunawan selaku Dosen di Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Indonesia Mandiri (STMIK-IM), Bandung, Jumat (20/10/2017).

Hendra bertanya-tanya apa yang menjadi penyebab Over Pass tersebut harus diperbaiki dan mengapa penutupan jalan berlangsung sangat lama. 

“Yang jadi pertanyaan, jalan ditutup sebenarnya ada apa dibawah jembatan itu. Sudah berbulan-bulan lamanya jalan ditutup. Kalau ada masalah, masalahnya apa? Kok nggak beres-beres?,” tuturnya.

Ia mengaku, adanya penutupan jalan yang dilakukan tepat di Kampus sangat mengganggu akses jalan para mahasiswanya. Selain itu, warga sekitar juga sudah merasa resah.

“Kita yang tinggal disini jadi terhambat aksesnya, karena ini kampus. Kampus ini berhubungan dengan orang banyak,” ungkapnya. 

Selain mengganggu akses jalan, pembangunan Over Pass tersebut dinilai menjadi pemicu terjadinya banjir. Biasanya kampus ini selama belum ada over pass belum pernah banjir. Banjirnya kalau dulu hanya dijalan saja, kalau sekarang mulai masuk ke dalam kampus dan sudah terjadi 3 kali setelah pembangunannya selesai.

Hendra berharap, perbaikan yang dilakukan di Over Pass Antapani segera diselesaikan agar jembatan tersebut dapat berfungsi dengan semestinya. 

“Harapannya yang pertama jalan segera dibuka, ya diberesin secepatnya. Yang kedua penanganan soal banjir, kenapa yang dulu nggak banjir, sekarang jadi banjir,” tandasnya. (Ted)

Jabar News | Berita Jawa Barat

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top