Nasional

Innalillahi, Pergerakan Tanah Meluas di Tasikmalaya, 218 Rumah Rusak Berat

JabarNews|KAB. TASIKMALAYA – Pergerakan tanah terus meluas di Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya. Hingga hari ini total bangunan rumah yang rusak akibat bencana alam ini mencapai 218 rumah, termasuk rumah ibadah.

Kepala Bidang Kedaruratan Logistik (Darlog) BPBD Kabupaten Tasikmalaya, H Ria Supriana sudah mengimbau agar warga untuk sementara tidak menempati tempat tinggal mereka. Dia menyebut, akibat bencana alam ini yang terdampak paling parah ada dua desa, yakni Desa Sukarasa dan Desa Jahiyang. Meskipun ada desa lainnya yang terdampak seperti Desa Kawungsari, jumlah kerusakan rumah tidak terlalu signifikan, di desa tersebut hanya hanya ada tiga rumah saja yang rusak.

“Hingga saat ini kami, masih lakukan verifikasi terkait kerusakan rumah warga. Dari hasil pendataan memang sudah ada sekitar 218 bangunan yang dikabarkan rusak,”kata dia, Senin (20/11/2017).

Hingga saat ini warga yang menjadi korban pergerakan tanah ini sebagian sudah diungsikan ke lokasi aman. Seperti mengungsi ke rumah kerabat terdekat mereka. Bagi mereka yang tidak punya kerabat diungsikan ke Kantor Desa Sukarasa.

“Pihak BPBD akan mengevaluasi apakah perlu memasang tenda darurat atau tidak. Sebab sejauh ini untuk tenda darurat belum pasang karena belum adanya permintaan,”ucapnya.

BPBD memprediksi, bencana pergerakan tanah akan terus meluas selama intensitas hujan masih tinggi di Tasikmalaya. Jumat kemarin, bencana banjir dan pergerakan tanah juga terjadi di Kecamatan Puspahiang. Kendati demikian, bencana banjir bisa langsung diantisipasi karena langsung surut.

“Hingga Maret 2018 kami masih siaga banjir dan tanah longsor, sesuai dari intruksi BPBD Jabar. BPBD juga selain melakukan evakuasi korban juga memetakan jalur evakuasi,” jelasnya. Jabarnews| (yud/din).

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top