Jurnal

Sukses

JABAR NEWS | PURWAKARTA – Dalam kehidupan sehari-hari, sering kita jumpai orang-orang yang tidak memiliki “keberanian” untuk hidup. Banyak orang yang lebih suka berkeluh kesah atas kesulitan yang dialaminya daripada berjuang mengerahkan segenap potensi yang kita miliki nuntuk mengatasi segala kesulitan-kesulitan tersebut. Mereka lebih memilih menyalahkan keadaan, bahkan akhirnya sampai menggugat Tuhan. Padahal, cukup dengan modal “hidup” saja, masalah kemiskinan dan kegagalan bisa dicari jalan keluarnya. Hidup adalah anugerah luar biasa yang dikaruniakan Allah SWT kepada kita umatnya.

Setiap manusia diciptakan di dunia ini dengan segala kekurangan dan kelebihan masing-masing. Dengan kelebihan yang Tuhan berikan, diharapkan manusia dapat memanfaatkannya dengan optimal dan dapat meraih segala sesuatu yang diinginkan. Dengan kekurangan yang ada pada diri seseorang, diharapkan manusia mau untuk berbenah diri serta belajar untuk menutupi kekurangannya tersebut. Dengan kelebihan dan kekurangan pada diri manusia, maka seseorang dihadapkan pada dua hal atau pilihan yang saling bertolak belakang, baik atau buruk, kaya atau miskin, bersih atau kotor, hingga sukses atau gagal.

Kata sukses, sebagian besar bahkan mungkin hampir semua orang di dunia ini menggantungkan tujuan hidupnya pada kata tersebut. Sukses telah menjadi tolak ukur nomor satu dalam alur kehidupan manusia, baik kehidupan dunia maupun kehidupan setelah mati. Setiap orang memiliki pandangan masing-masing mengenai kesuksesan. Beberapa orang menilai sukses itu dilihat segi jabatan, harta, dan kehormatan. Sebagian lagi memandang kesuksesan dari bagaimana cara mereka berhasil menang atas segala cobaan dan masalah yang mereka terima.

Orang-orang mempunyai jalan mereka sendiri dalam meraih kesuksesan. Sukses dapat dicapai melalui berbagai hal, seperti sikap, keyakinan, dan kebiasaan. Sikap seseorang dapat menentukan lancar atau tidaknya jalan menuju kesuksesan. Jika ia serius dalam mewujudkan tujuan hidupnya, maka sukses dapat ia genggam. Pada lain pihak, keyakinan juga mempengaruhi mulusnya jalan menggapai sukses. Ketika seseorang berjuang menjadi orang sukses namun di tengah jalan ia ragu,bimbang dan kehilangan keteguhan, maka perjalanan itu akan menjadi lebih berat dari sebelumnya. Kebiasaan
seseorang juga menentukan sebuah kesuksesan. Ukuran sukses seseorang bergantung pada kebiasaan yang ia lakukan dalam kesehariannya.

Kesuksesan atau kegagalan dapat menghinggapi setiap orang. Kesuksesan merupakan hak bagi setiap orang yang mau berusaha dan terus berusaha tanpa mengenal kata “menyerah” dalam setiap kegagalan yang dialaminya. Sedangkan kegagalan adalah konsekuensi yang harus diterima oleh setiap orang atas segala segala usahanya yang belum berhasil, atau oleh setiap orang yang tidak mau berusaha, mudah menyerah, dan cepat putus asa.

Dalam agama Islam, kesuksesan tidak diterjemahkan melalui sisi dunia semata tetapi juga berorientasi pada kehidupan di akhirat. Kesuksesan seperti ini hakiki, dimana seseorang memiliki kepribadian yang tenang, terampil, terencana, tekun, tertib, tegar dan tawadhu. Ia juga mempunyai kredibilitas tinggi serta dapat dipercaya atas kejujuran, kecakapan dan kemampuan untuk selalu mengembangkan potensi diri yang dimilikinya untuk mendapatkan bekal di dunia akhirat.

Dalam menjalani kehidupan di dunia, sudah pasti kita kan menemui berbagai macam cobaan. Cobaan itu merupakan ujian keimanan kita kepada-Nya. Kita harus menyadari bahwa setiap cobaan yang kita alami , itu menandakan Allah sayang kepada kita. Allah menghendaki kebaikan bagi diri kita, karena itu Dia menguji kita dengan memberikan berbagai macam cobaan.

Suatu keniscayaan jika dalam menjalani kehidupan di dunia kita menemui berbagai masalah, menghadapi berbagai macam cobaan, dan harus melewati berbagai tantangan dan hambatan. Jalan kehidupan tidak selamanya lurus dan rata. Ada kalanya kita harus melangkah menyusuri jalan kehidupan yang penuh dengan batu sandungan. Ada saatnya kita harus menapaki jalan kehidupan yang berliku, terjal, dan mendaki. Semua itu merupakan sunnatullah.

Jika kita menghadapi suatu cobaan atau kesulitan ambillah sikap mental positif,katakanlah pada diri sendiri “bagus”. Ketika kita mengambil sikap mental positif, maka alam bawah sadar kita akan terus bekerja menganalisis inti maslahnya. Menguraikan bagian yang kusut, dan mencari jalan keluarnya.

Tanamkan dalam hati kita tekad yang kuat bahwa kita bisa mngatasi cobaan dan kesulitan ini. Bahkan bila perlu ucapakan berkali-kali. Hal ini sangat penting sekali, karena keberhasilan seseorang diawali dari sikap mentalnya. Positif atau negatif. Bukankah kita pernah mendengar sebuah ungkapan “You are what you think you are” (Kamu adalah apa yang kamu pikirkan tentang dirimu).

Jika kita berfikir dan yakin bahwa kita bisa mengatasi kesulitan ini, maka insya Allah kita akan benar-benar bisa mengatasinya. Tetapi sebliknya jika kita memiliki sikap mental negatif, berputus asa, pasrah, merasa tida akan mampu keluar dari kesulitan, maka kita akan benar-benar tetap berada dalam kesulitan. Kenapa? Karena sikap mental demikian tidak akan melahirkan tekad yang kuat untuk mengatasi kesulitan. Tidak akan menghasilkan tindakan apa-apa, pasif.

Karena itu, selama tekad kita untuk mengatasi setiap cobaan tertanam kuat, jangan pernah khawatir dan takut dengan cobaan,apa lagi lari dari cobaan. Bukankah dengan semakin sering kita menghadapi cobaan dan mampu menyelesaikannya dengan baik, itu artinya kita akan semakni “besar” dan bijak.

Kita harus memahami bahwa kehidupan ibarat sebuah sekolah.di sekolah kita bisa deberikan PR (Pekerjaan Rumah) oleh Bapak atau Ibu guru. Demikian pula dalam kehidupan. Kehidupan banyak menyimpan berbagai PR. Setiap cobaan, rintang, dan tantangan yang kita hadapai itu merupakan sebuah PR bagi kita yang harus disikapi dan diselesaikan dengan baik.

Sebagaimana dalam sekolah ada ujian kenaikan kelas, begitu juga dalam sekolah kehidupan. Ketika ada cobaan, rintangan, dan tantangan yang jauh lebih berat dari biasanya datang menghampiri kehidupan kita, itu artinya akna ada kenaikan kelas. Implikasinya hanya dua, naik keals atau tinggal kelas. Kitalah yang menentukan.

Apakah kita akan membulatkan tekad untuk menghadapai dan menyelesaikan cobaan, rintangan, dan tantangan tersebut dengan baik, dna itu artinya kita berpeluang untuk naik kelas dalam kehidupan. Ataukah kita larut dalam kesedihan dan meyeret diri kita lari dari cobaan, rintangan dan tantangan tersebut, dan itu artinya kita tidak akan pernah naik kelas dalam kehidupan.

Setiap manusia diwajibkan berusaha dan berdoa serta menyerahkan hasil akhirnya kepada Allah SWT. Mencari rezeki yang halal menjadi salah satu upaya yang sangat dianjurkan. Tidak ada salahnya untuk terus berusaha agar menjadi pribadi yang sukses. Namun, seringkali kesuksesan yang identik dengan kehidupan mewah dan kecintaan terhadap dunia berlebihan menjadikan seseorang mendapatkan pengaruh buruk dari harta miliknya yang melimpah, sehingga harta yang melimpah ini ia menjadi seorang hamba Allah yang telah lalai.

Rasulullah memperingatkan kepada seluruh umatnya. Beliau menjelaskan tentang besarnya fitnah (kerusakan) harta dan kedudukan duniawi dalam merusak agama yang telah dianutnya dan keimanan bagi seseorang.

Tidaklah dua ekor serigala kelaparan yang dilepaskan kepada kambing lebih besar kerusakan (bahaya)nya terhadap kambing tersebut, dibandingkan dengan (sifat) rakus seorang manusia terhadap harta dan kedudukan (dalam merusak/membahayakan) agamanya.” HR. At-Tirmidzi (no. 2376), Ahmad: 3/456, Ad-Darimi (no. 2730), dan Ibnu Hibban (no. 3228); dinyatakan shahih oleh Imam Ibnu Hibban dan Syekh Al-Albani.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, sukses adalah berhasil atau beruntung, sedangkan kesuksesan adalah keberhasilan atau keberuntungan. Jadi dapat disimpulkan bahwa arti sukses adalah tercapainya suatu cita-cita atau harapan yang selama ini kita usahakan dengan kerja keras pantang menyerah, atau lebih simpelnya keberhasilan seseorang dalam mewujudkan impiannya. Itulah sukses, hal yang menjadi tujuan akhir dari hidup kita.

Parameter kesuksesan bagi tiap-tiap orang tentu saja berbeda. Seorang pelajar dikatakan sukses ketika ia berhasil menyelesaikan studinya dengan hasil yang membanggakan. Seorang Karyawan dikatakan sukses ketika dapat bekerja dengan baik dan bisa naik jabatan. Seorang pengusaha dikatakan sukses ketika usahanya berkembang menjadi lebih besar dan menguntungkan.

Untuk dapat menjadi orang yang sukses, terlebih dahulu perlu mengerti dan memahami apa arti sebuah kesuksesan dan kegagalan, kisah-kisah orang sukses di dunia, dan bagimana kiat-kiat mereka dalam mencapai suatu kesuksesan.Orang sukses adalah orang yang terus mencoba, meskipun telah mengalami banyak kegagalan. Ia memandang kehidupan sebagai peluang untuk mencapai kesuksesan (Bond, 2001).

Menurut Bond (2001), “ada tujuh (7) hal yang dilakukan mereka dalam meraih sukses:
1. Orang sukses mau mengambil risiko. Mereka berupaya untuk mencapai target, melakukan penghematan, membangun relasi dengan banyak orang, dan gesit mencoba sesuatu yang baru guna mengikuti perkembangan zaman. David C. McClelland, seorang guru besar yang mendalami perjalanan orang-orang sukses serta telah melakukan perjalanan ke banyak negara dan melatih pengusaha kecil, menyatakan cara menjadi pengusaha kecil sukses adalah dengan menjadi pengambil risiko moderat; yang mau terus mengambil risiko untuk meraih sukses.

2. Orang sukses percaya diri dan merasakan bahwa mereka berbuat sesuatu untuk dunia. Mereka memandang sebuah dunia yang besar dan ingin memainkan peranan penting di dalamnya. Mereka tetap bekerja sesuai keterampilan mereka, sambil tetap menyadari bahwa keterampilan inti memberi nilai kepada keterampilan lainnya. Mereka juga sadar, karya terbaik akan menghasilkan kompensasi bagi mereka.

3. Orang sukses menikmati apa yang sedang mereka lakukan. Mereka mampu melihat pekerjaan sebagai kesenangan; mereka memilih bekerja di mana mereka dapat unggul. Orang sukses menyukai tantangan; mereka menikmati pencapaian puncak permainan mereka, apakah di pekerjaan, lapangan tenis atau lapangan golf.

4. Orang sukses adalah pelajar seumur hidup. Mereka menyadari, pendidikan tak pernah berakhir tapi dimulai di setiap tingkatan kehidupan dan terus berlanjut hingga akhir kehidupan. Pendidikan tidak terbatas di ruang kelas, artinya mencoba ide baru, membaca buku, surat kabar, majalah, dan menggunakan Internet merupakan bentuk pendidikan pula. Karena itu, tetaplah mengalir sesuai perubahan ketertarikan dan kemampuan Anda, dan nikmati perubahan. Ini akan membantu Anda tumbuh dan merasakan lebih percaya diri.

5. Orang sukses berpandangan positif terhadap apa yang dapat mereka kerjakan, dan ini meluas pada hal-hal lain. Mereka percaya gelas itu setengah penuh dan bukan setengah kosong. Mereka menanamkan semangat pada diri sendiri dan dapat membayangkan diri bagaimana mereka berhasil menyelesaikan suatu tugas sulit atau mencapai penghargaan tertinggi. Orang sukses berbuat bagaikan pelatih bagi orang lain, dengan menyuguhkan pesan-pesan positif dalam kehidupan sehari-hari. Mereka senang melihat orang lain membuat tonggak sejarah dalam kehidupan mereka.

6. Orang sukses punya banyak cara untuk memotivasi diri sendiri sehingga dapat terus berkarya lebih baik dari yang lain. Ada yang dengan cara melakukan beberapa pekerjaan setiap hari pada bidang berbeda. Seorang pria setengah baya memotivasi dirinya sendiri dengan mencoba mendapatkan lebih banyak uang daripada kakaknya. Seorang wanita berusia 29 tahun menjadi perawat top untuk menunjukkan kepada bekas gurunya bahwa dia memiliki keterampilan dan kecerdasan memadai untuk mencapai profesi itu.

7. Orang sukses menyelesaikan tugas tidak dengan setengah-setengah, dan mereka menggunakan cara kreatif dalam meraih sukses. Meski mungkin membutuhkan waktu lebih lama, mereka akhirnya melampaui garis finis. Mereka manfaatkan waktu dengan baik dalam mensinergikan kemampuan fisik dan mental untuk mencapai sukses.”
Hal-hal rutin yang menjadi kebiasaan mampu mempengaruhi maksimal atau tidaknya seseorang dalam meraih mempengaruhi maksimal atau tidaknya seseorang dalam meraih kesuksesan tersebut. Salah satu kebiasaan orang-orang sukses adalah berani untuk mencoba. Ketiga hal penting tersebut perlu diperhatikan dari kebiasaan yaitu berani mencoba, dan berani mencoba.

Pertama, berani dalam sukses adalah sebuah sikap untuk terus mendaki tanpa ada keraguan dalam tiap langkahnya. Kedua, mencoba meruapakan suatu hal yang mutlak diperlukan dalam pencapaian sebuah kesuksesan. Tanpa mencoba, seseorang tidak akan mampu mengukur kemampuan dan kapasitasnya untuk menyingkirkan rintangan menuju kesuksesan. Ketiga, berani mencoba yaitu melangkah tanpa ragu untuk menemukan jalan keluar di setiap tembok halangan dalam menapaki tebing kesuksesan.

Hal ini sejalan dengan pendapat El-Bantanie (melalui Pangalila, 2008:9) dalam buku Berani Hidup Berani Sukses dengan kutipan sebagai berikut, “Air mata tidak akan menghapus dukamu, berharap tidak akan membuatmu sukses, hanya keberanian yang bisa membawamu ke sana”.

Keberanian dalam mencoba sesuatu merupakan kebiasaan seseorang yang luar biasa. Namun, hal itu tidak mudah untuk dilakukan. Banyak faktor-faktor yang dapat merusak kebiasaan tersebut. Memperkuat keyakinan dan tetap istiqomah menjadi hal utama dalam bertahan untuk meraih kesuksesan. El-Bantanie (2008:15) berpendapat bahwa orang yang tidak tahu tapi mau melakukan adalah salah satu tipe orang yang mau mencoba melakukan sesuatu meskipun dia tahu akan menemukan kesulitan bahkan kegagalan. Hal ini dapat menjadi alat untuk menyadarkan seseorang bahwa sukses membutuhkan proses yang tidak instant.

Selama hidup, kita dihadapkan pada dua pilihan. Kita lah yang menjadi pemegang kendali dalam menentukan pilihan. Hanya ada dua pilihan untuk mempertahankan eksistensi kita sebagai makhluk berakal dan berkepribadian. Pilihan menjadi baik atau jahat, menjadi orang yang berpikiran positif atau negatif, menjadi pintar atau bodoh, dan sebagainya. Berani memilih dan mencobanya merupakan cara ampuh untuk sukses. Mengapa butuh keberanian mencoba? Karena dalam setiap pilihan mengandung risiko yang tidak dapat diabaikan dan kita bertanggung jawab dalam menghadapinya. Beranilah memilih yang terbaik untuk menjadi yang terbaik.

Poin penting yang perlu diingat bahwa sukses juga sebuah pilihan. Artinya jika kita memilih untuk menjadi seseorang yang sukses, ada harga dan pengorbanan yang perlu dibayar. Seberapa besar sukses itu berbanding lurus dengan seberapa banyak pengorbanan yang kita berikan. Harga untuk membayar sebuah kesuksesan dapat berupa tindakan, waktu, ataupun materi. Hal ini sesuai dengan pendapat Diredja (2012:347) dalam bukunya yang berjudul Chairul Tanjung Si Anak Singkong seperti dalam kutipan berikut. Tidak ada kesuksesan yang bisa dicapai seperti membalikkan telapak tangan. Tidak ada keberhasilan tanpa kerja keras, keuletan, kegigihan, dan kedisiplinan. Hal itu juga harus dibarengi dengan sikap pantang menyerah dan tidak cepat putus asa. Semua cita-cita dan ambisi hanya bisa direngkuh apabila kita mau terus belajar berbagai hal, dimana pun dan kepada siapapun.

Jelaslah bahwa kesuksesan bukan sesuatu yang dapat diperoleh dengan sekedar duduk santai dan berkhayal. Harus ada tindakan nyata dalam mewujudkannya. Tidak ada perjuangan, maka tak ada kesuksesan. Butuh keberanian yang tak goyah diterpa hujan masalah untuk memetik sebuah sukses. Kita juga butuh tindakan dengan mencoba segala sesuatu tanpa pernah menyerah kepada keadaan hingga kesuksesan itu menaungi kita. Tindakan awal lah yang menentukan seseorang sebagai pemenang atau pecundang. Seperti kata pepatah cina kuno sebagai berikut, “Pencapaian besar selalu diawali dengan sebuah langkah kecil”.

Perlu diketahui bahwa ada hal yang selalu mengintai langkah kita untuk sukses, yaitu kegagalan. Tersandung, terantuk, bahkan terjatuh menjadi hal biasa dalam berjuang. Pemenang bukanlah dia yang berdiri paling tinggi, bukan dia yang berteriak paling keras, bukan juga dia yang tak pernah menangis. Namun, pemenang adalah dia yang tidak takut terjatuh serta dia yang bangkit setelah dihempas kegagalan. Mengutip dari perkataan Abraham Lincoln semasa beliau hidup, “Sukses adalah berjalan dari satu kegagalan ke kegagalan yang lain tanpa kehilangan semangat”.

Membiasakan diri untuk berani menghadapi risiko dan kemungkinan kegagalan dalam mencapai kesuksesan merupakan sesuatu yang luar biasa. Apalagi jika ditambah dengan terbiasa mencoba segala sesuatu tanpa menyerah, maka sukses akan terlalu mudah untuk dicapai. Oleh karena itu, mulai sekarang paksakan diri kita untuk mau melakukan sesuatu daripada hanya menjadi pengamat.

Hidup sebenarnya merupakan hal yang indah apabila kita menguasai rahasianya serta memiliki kunci untuk tetap bertahan. Semua manusia diciptakan agar sukses dalam segala aspek kehidupannya. Kesuksesan tidak diraih secara gratis. Butuh perjuangan dan keringat untuk mewujudkan sebuah kesuksesan sejati.

Jangan takut untuk memulai dan jangan ragu untuk mencoba lagi. Mengerahkan segala kekuatan dengan usaha yang maksimal akan
membantu kita untuk sukses. Jika itu semua telah dikerahkan, hal terakhir yang perlu dilakukan adalah bersyukur. Menyerahkan segalanya dan menggantungkan harapan hanya kepada Tuhan.

Apabila kita berusaha dengan sungguh-sunguh tanpa mengenal putus asa kemudian bertakwa dan bertawakal kepada Allah, tentu Dia akan memberikan pertolonganNya (El-Bantanie, 2008:11). Hingga nanti pada akhirnya sukses itu ada di pikiran, pundak, dan genggaman tangan kita. Menang dan jadilah besar. (*)

DAFTAR PUSTAKA
Diredja, Tjahja Gunawan. 2012. Chairul Tanjung Si Anak Singkong. Jakarta: Penerbit Buku Kompas.
El-Bantanie, Muhammad Syafi’ie. 2008. Berani Hidup Berani Sukses. Jakarta: Republika.
Bond, W. J. 2001. http://www.indomedia.com/intisari/2001/jan/sukses.htm. Tujuh Kiat Sukses. 17 September 27.


Disusun oleh:
Nama: Aam Siti Aminah
Pekerjaan: Mahasiswa STAI DR.KHEZ Muttaqien Purwakarta
Jurusan: Tarbiyyah
Prodi: PAI
Kelas: 1 D (semester 1)

Jabar News | Berita Jawa Barat

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top