Leisure

Angkat Perfilman Indonesia, Kemendikbud Gelar Nobar di Purwakarta

Suasana nobar Film "Aisyah Biarkan Kami Bersaudara" di Gedung Kahuripan Situ Wanayasa, Kecamatan Wanayasa, Purwakarta, Jumat (19/01/2018) Malam. (Foto: Red)

JABARNEWS | PURWAKARTA – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bersama Pemerintah Kabupaten Purwakarta menggelar nonton bareng (nobar) Film “Aisyah Biarkan Kami Bersaudara” di Gedung Kahuripan Situ Wanayasa, Kecamatan Wanayasa, Purwakarta, Jumat (19/01/2018) Malam.

Kepala Bidang Apresiasi dan Penghargaan-Pusat Pengembangan Perfilman Kemendikbud, M. Sanggupri Bochri berharap generasi muda yang menjadi komunitas di perfilman bisa mengangkat film budaya daerah sekaligus merangsang kembali adanya bioskop di daerah.

“Indonesia sendiri sudah memiliki film-film yang layak untuk diturut sertakan dalam ajang festival film internasional seperti Kartini, Night Bus dan lainnya yang baru-baru ini meraih piala pemenang di Festival Film Indonesia (FFI),” ungkapnya, saat ditemui usai pemutaran film.

Bochri menjelaskan seiring berkembangnya dunia perfilman dewasa ini, secara sadar atau pun tidak, telah menggeser budaya nonton masyarakat yang lebih cenderung pada film-film asing atau sinetron yang lebih banyak ditayangkan di televisi.

Bahkan sengaja mengunjungi bioskop-bioskop, hanya untuk menyaksikan film asing, yang lebih banyak muatan fiksinya, ketimbang muatan edukasinya.

Dengan banyaknya jenis film asing, serta majunya dunia perfilman saat ini, tentunya berdampak pada menurunnya minat masyarakat, untuk mencintai film Indonesia.

“Hal tersebut yang menggugah Kemendikbud Pusat Pengembangan Perfilman (Pusbangfilm), menggelar Nobar Film Indonesia bermuatan edukasi di sejumlah daerah di Indonesia.

Sementara itu Eva Rizki Yulia (25), warga sekitar menilai kegiatan nobar film Indonesia bermuatan edukasi yang diselenggarakan oleh pihak Kemendikbud tersebut positif nilainya.

“Ini upaya menumbuhkan kecintaan masyarakat, terhadap film Indonesia, terutama film-film yang bermuatan edukasi, karena menurutnya terdapat pesan moral yang positif pada jalan ceritanya,” tutur Eva.

Menurut Eva, film yang baru ia tonton sarat dengan nilai-nilai serta kritik sosial. Lewat film ini penonton disodorkan dengan kenyataan memprihatinkan yang tengah terjadi di wilayah Timur Indonesia.

“Jadi kita tahu, bahwa infrastruktur di wilayah ini mulai dari jalan, pengairan, hingga pendidikan, jauh tertinggal bila dibandingkan daerah lain di Jawa,” ucapnya.

Acara yang dimulai dari pukul 20.00 wib dan juga dihadiri Kapolsek Wanayasa dan Camat serta perwakilan dari Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan (Disporaparbud) Kabupaten Purwakarta, serta ratusan masyarakat sekitar.

Laporan: Gigin Ginanjar

To Top