Daerah

Antisipasi MEA, STIE Wikara Gelar Pelatihan Pasar Modal Dan Saham

 

JABARNEWS | PURWAKARTA – Menghadapi diberlakukannya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) dalam persaingan peluang kerja, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Wibawa Karta Raharja (STIE WIKARA) bekerjasama dengan Kresna securities menggelar pelatihan pasar modal dan bursa saham, diaula Kampus STIE Wikara , Selasa (30/1/2018).

Sebanyak 100 orang peserta dari perwakilan SMA, SMK dan Aliyah yang ada di Kabupaten Purwakarta.

Ketua STIE Wikara, H.Duki Adam Mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan agar para pelajar akan siap menghadapi persaingan ketat di dunia kerja.

“Supaya generasi muda, memahami mekanisme pasar online khususnya pasar modal atau pasar salam,” ujarnya.

Selain itu, lanjut dia, pembelajaran ini juga memberikan peluang para siswa untuk merebut peluang penjualan saham untuk perdagangan bebas dunia.

“Ini juga memberikan motivasi agar mereka menjadi wirausaha muda di sektor bisnis, bukan menjadi pekerja akan tetapi bisa menciptakan peluang kerja sendiri dan buat orang lain,” kata dia.

Kegiatan ini juga, tambah Duki, memotivasi Siswa-siswi dengan memberikan pemahaman tentang keuntungan berinfestasi di pasar modal, sehingga orang Indonesia bisa menguasai saham-saham di dunia.

Pelatihan yang dimulai dari pukul 8.00 Wib sampai dengan 14.00 wib dengan narasumber langsung dari Kresna Securities Jakarta.

Sementara menurut Ayu Pratiwi, Staf Kresna Securities bagian CSR, mengatakan, Kresna Securities merupakan anak perusahaan PT.Kresna Graha Investama tbk, yang bergerak dalam bisnis saham dan pasar modal.

“Dalam pelatihan ini kami berharap para pelajar SMA,SMK dan Aliyah mampu menguasai pertarungan saham hingga menjadi pialang saham yang cerdas,” ujar Ayu.

Ayu mengaku, bahwa baru STIE Wikara yang menjalin kerjasama dengan Kresna Securities, dan pelatihan ini merupakan yang ketiga kali diadakan di Kampus Wikara.

“Kita ajarkan para Siswa-siswi untuk belajar saham sehingga mampu menangkapa prospek Pasar Modal Indonesia ataupun dunia,”jelas wanita kelahiran Jakarta tersebut.

Menurut Ayu, bahwa pelatihan bursa saham ini dianggap sangat penting. Belajar pasar modal sejak SMA diharapkan mampu mengembangkan logika dan pemikiran yang sistematis bagi siswanya.

“Pasar modal itu sumber pembiayaan dan saham Indonesia dianggap beresiko dan menguntungkan, jadi pemahaman pasar modal, harus tau produk yang dipasarkan, keuntungan dan resiko. Maka kita harus menguasainya,” paparnya.

Dia berharap, pelatihan ini bisa memberikan manfaat kepada para siswa. Sehingga logika dan pemikiran sistematis anak didik semakin meningkat.

Laporan : Gigin Ginanjar

To Top