Daerah

Beginilah Cerita Janda 75 Tahun Asal Pangandaran, Soal Istana Reyotnya

Gubuk reyot Saodah yang hampir rubuh, Kamis (25/1/2018).

JABARNEWS | PANGANDARAN – Terlihat tidak ada penghuninya, bahkan tidak ada yang menyangka jika gubuk reot yang nyaris ambruk di Dusun Karanggedang Rt 02/06 Desa Babakan, Kecamatan/Kabupaten Pangandaran Jawa Barat ini ada penghuninya. Ternyata dihuni seorang diri oleh seorang janda bernama Saodah (75).

Sapaan akrabnya Saodah (75) yakni seorang Janda dengan usia tak muda lagi ini kini hidup sebatang kara di rumahnya yang pantas disebut gubuk ini hampir roboh.

Rumah dengan berbahan kayu dan bilik ini tampak kumuh karena tidak terurus. Bagian atap berlubang-lubang, beberapa tiang penyangga sudah keropos, bahkan di bagian depan tiangnya sudah miring hendak roboh.

“ Iya saya ngeri sep, apalagi jika disini lagi hujan angin, rumah ini goyang-goyang. Sebenarnya saya sering ketakutan, takut roboh. Saya hanya bisa pasrah karena tidak mampu memperbaikinya,” ujar Saodah kepada Wartawan Kamis (25/01/2018).

Lanjut saat ditanya soal keluarga, ia mengaku bahwa dirinya memiliki satu putri yang sudah berkeluarga yang kini tinggal bersama suaminya di Rajapolah Tasikmalaya.

“Tapi kondisi anak dan menantu kini juga dalam kondisi sakit. Makanya sudah hampir satu tahun ini mereka tidak bisa menjenguk saya,” jelas seorang janda 75 tahun ini.

Melihat akan kondisinya saat ini, apalagi melihat kondisi rumahnya, ia akui hampir satu bulan dirinya enggan menempati istana reotnya ini, karena kondisinya yang sudah membahayakan.

” Waktu gempa lalu saja saya sudah tidak berani menempati gubuk ini karena takut ambruk,” katanya.

Diungkapkannya, sejak pertama dibangun pada tahun 1990 hingga sekarang gubuk ini belum pernah di perbaiki.

“Apalagi dengan kondisi saya yang hanya seorang janda buat makan saja tidak mampu apalagi untuk perbaikan rumah,” papar Saodah seraya menyeka air mata yang meleleh di pipinya yang mulai keriput.

Dilokasi yang sama, Heri (45) salah satu warga Desa Babakan merasa prihatin dengan kondisi Saodah yang tinggal sebatang kara di rumahnya yang tak layak huni. Ia berharap ada dermawan yang mau membantu meringankan beban hidup Saodah.

”Bisa dilihat sendiri kondisinya, kalau saya mah merasa kasihan dan alhamdulilah setelah di upload via media sosial ada seorang dermawan yang peduli terhadap kondisi Nenek Saodah. Dermawan tersebut pun langsung inbok kesaya dan minta anter kerumah Nenek Saodah,” jelas Heri.

Kini Janda Saodah (75) ini tengah menumpang tidur di rumah tetangganya karena khawatir ambruk dan mengancam keselamatannya apabila di tempati.

“Bila ada dermawan yang hendak membantu perbaikan gubuk nenek Saodah bisa langsung datang kealamat yang tercantum,” jelas heri.

Laporan : Yudi Romansyah

To Top