Polhukam

Ineu Minta Aparat Usut Tuntas Penganiayaan Kiai Umar Basyri

JABARNEWS | BANDUNG – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat Ineu Purwadewi Sundari mengutuk keras atas penganiayaan terhadap Kiai Umar Basyri (60) usai shalat Subuh berjamaah di Masjid Pesantren Al Hidayah, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, pada Sabtu (27/1/2018) lalu. Terkait itu Ineu pun meminta aparat kepolisian untuk mengusut tuntas kasus tersebut.

“Tentunya kami sangat prihatin dan mengutuk keras dengan peristiwa kiai Umar Basyri yang diserang di masjid usia shalat subuh beberapa waktu lalu,” jelas Ineu Purwadewi Sundari, kepada wartawan, Senin (29/1/2018).

Diungkapkan Ineu, dirinya kaget dengan tindakan pelaku yang nekat melakukan penganiayaan terhadap seorang ulama saat berada di dalam masjid.

“Saya pikir tindak pelaku sudah termasuk keji ya karena menyerang orang saat sedang beribadah di masjid. Tentunya ini menjadi keprihatinan bagi masyarakat Jawa Barat,” katanya.

Politisi perempuan dari PDI Perjuangan ini berharap pelaku yang kini telah ditangkap bisa dihukum setimpal oleh kepolisian agar menimbulkan efek jera dan kasus serupa tidak terulang kembali.

“Tentunya kasus ini harus diungkap secara tuntas,” katanya.

Hal serupa pun diungkapkan Wakil Ketua DPRD Jawa Barat Ade Barkah Surahman, dirinya mengecam tindakan pelaku yang melakukan penganiayaan terhadap seorang alim ulama.

“Tentunya bukan prihatin lagi tapi kita mengutuk keras perbuatan pelaku karena alim ulama itu kan tokoh ya. Jadi kita sangat menyesalkan dan mengutuk terjadinya penganiayaan yang seperti itu, yang sangat di luar dugaan karena kultur di Jabar itu tidak pernah terjadi seperti itu sebelumnya,” katanya.

Seperti diketahui Kiai Umar Basyri (60) dianiaya oleh seseorang usai shalat Subuh berjamaah di Masjid Pesantren Al Hidayah, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Sabtu (27/1) lalu.

Laporan : Agus Hermawan

To Top