Wanita

Khaulah Bin Al Azur, Wanita “Pedang Allah” di Zaman Rasul

Ilustrasi. (Foto: Net)

JABARNEWS | BANDUNG – Khaulah Bin Al Azur adalah salah satu sosok wanita tangguh dan pemberani pada saat kaum muslimin berhadapan dengan pasukan Romawi di zaman Rasulullah Salallahualaihi Wasallam.

Pada mulanya setiap kali ia ikut dalam rombongan pasukan Islam, ia selalu berada di barisan belakang, bertugas untuk menyiapkan makan dan minum pasukan, mengobati yang terluka dan menyiapkan peralatan tempurnya.

Semangat Khaulah membara ketika ia melihat pasukan Islam terdesak dalam suatu peperangan dan banyak yang gugur dan kakaknya Dhirara bin Azur telah ditawan oleh pasukan Romawi, maka tidak ada pilihan lain lagi bagi Khaulah kecuali ikut berjuang membantu pasukan Islam. Ia tidak ingin tubuhnya dijamah kaum kafir, apalagi sampai menjadi rampasan perang dan dijadikan budak kaum kafir.

Dengan penuh semangat, ia kemudian mengambil senjata dan menunggangi kuda untuk ikut berperang melawan pasukan Romawi.

Pada saat itu, pasukan kaum muslimin yang dipimpin oleh Khalid bin Walid, tengah dalam keadaan terdesak. Namun kemudian datanglah seseorang yang dengan gagah perkasa menunggangi seekor kuda dan menyergap pasukan-pasukan musuh dan membunuh mereka.

Pasukan kaum muslimin pun dibuat tercengang dan penasaran. Kemudian panglima Khalid bin Walid mendekati orang misterius itu dan berkata, “Demi Allah yang telah melindungi seorang pejuang yang berani membela agama-Nya dan menentang kaum musyrik. Tolong buka wajahmu.” namun karena masih banyak musuh yang harus dihadapi, Khaulah tidak menjawab pertanyaan Khalid.

Kemudian Khalid bin Walid kembali bertanya kepadanya, dan Khaulah pun memberitahukan bahwa dirinya adalah Khaulah bin Azur. Mendengar bahwa pejuang yang gagah berani itu adalah seorang wanita sontak para mujahidin kembali terbakar semangatnya untuk berperang melawan musuh-musuh Allah.

Namun ditengah perjuangannya menumpas musuh-musuh Allah, Khaulah ditawan oleh pasukan Romawi namun tentu saja hal tersebut tidak membuat semangatnya lemah tetapi justu membuat ia semakin bersemangat untuk berperang dan menggelorakan semangat tersebut kepada tawanan-tawanan lainnya.

Pada saat pasukan Romawi banyak yang keluar untuk berperang menghadapi pasukan Islam, kepada wanita-wanita muslimah yang lainnya Khaulah pun berseru, “Wahai putri-putri Himyar, keturunan-keturunan Tubba’, apakah kalian rela terhadap orang-orang kafir yang akan menjamah kalian dan anak-anak kalian dijadikan budak mereka? Lebih baik kita mati daripada menjadi budak hina dan pelayan Romawi!”

Khaulah dan wanita-wanita lainnya kemudian mengambil tiang-tiang yang menjadi penyangga perkemahan Romawi dan menjadikannya sebagai senjata. Dengan keberanian wanita-wanita itu, maka Khaulah dan para wanita muslimah pun bisa terbebas dari tawanan musuh.

Itulah kisah keberanian Khaulah Al Azur yang mengorbankan seluruh jiwa dan raganya untuk Islam. Semoga kisah keberanian Khaulah ini bermanfaat dan bisa menjadi inspirasi kita semua.

Sumber berita ini diambil dari berbagai sumber.

Laporan: Ai Nurajijah

To Top