Daerah

Yugang Bao: Media Miliki Peran Penting Tekan Penyebaran HIV/AIDS

Dari kiri- Deputy Asia Bureau Chief-AHF, Mr. Yugang Bao, Ph.d didampingi Riki Febrian, Country Program Manager AHF Indonesia saat berdiskusi dengan para awak media di Purwakarta, Selasa (23/01/2018). (Foto: Red)

JABARNEWS | PURWAKARTA – Deputy Asia Bureau Chief-AIDS Healthcare Foundation (AHF), Mr. Yugang Bao, Ph.d mengatakan media massa, baik cetak, online dan televisi memiliki peran yang cukup penting dalam menekan penyebaran HIV/AIDS di sebuah wilayah.

Pasalnya, media memiliki akses melalui berbagai pemberitaannya untuk memberikan penjelasan ke seluruh lapisan masyarakat mengenai bahaya virus HIV/AIDS hingga bisa menekan lajunya penularan penyakit tersebut.

“Dengan adanya pemberitaan secara continue, masyarakat pasti akan memahami apa itu HIV/AIDS, sehingga bisa menjauhi segala resiko yang bisa membuat seseorang terinfeksi,” kata Mr. Bao saat melakukan diskusi santai bersama awak media saat kunjungannya di Purwakarta, Selasa (23/01/2018).

Media juga diharapkan dapat menghilangkan stigma jelek kepada orang yang terinfeksi HIV/AIDS yang biasa disebut orang dengan HIV/AIDS (Odha).

Saat ini masih banyak masyarakat yang belum memahami berbagai hal tentang HIV/AIDS, salah satunya cara penyebaran virus tersebut. Terkadang di suatu tempat ada warga yang diketahui sebagai Odha, masyarakat sekitar akan menjauhi orang tersebut karena takut terinfeksi.

“Penyebaran virus HIV/AIDS tidak semudah yang dipikirkan selama ini. Jika tidak ingin terinfeksi kita harus menghindari segala bentuk prilaku yang beresiko, dan informasi penyebaran virus tersebut bisa disebarkan media melalui pemberitaannya,” ucap Mr. Bao.

Bukan hanya itu, peran media juga mampu memberikan pemahaman kepada masyarakat akan pentingnya melakukan tes HIV sejak dini, yaitu dengan menciptakan berita yang mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat.

Selain pemahaman kepada masyarakat, media juga mampu mengingatkan pemerintah untuk membuat program-program yang bisa menekan laju penyebaran HIV/AIDS di wilayahnya.

Mr. Bao mengungkapkan dulu pernah ada kasus di Cina, dimana seorang anak terinfeksi HIV/AIDS yang ditelantarkan keluarganya dan tidak diterima warga sekitar.

Kisah anak malang tersebut diberitakan oleh satu media dan menjadi viral. Saat mengetahui info itu pihak AHF memberikan pertolongan kepada anak tersebut dengan menyekolahkannya dan tinggal di asrama hingga lulus perguruan tinggi.

“Bisa kita bayangkan, jika tidak ada pemberitaan media, apa yang akan terjadi dengan anak itu. Viralnya berita tersebut juga membuat pemerintah setempat membuat aturan yang melarang menelantarkan Odha,” ungkapnya.

Mr Boa menuturkan selain menekan penyebaran, pihak AHF memiliki cita-cita agar masyarakat yang terinfeksi HIV/AIDS tidak mendapatkan stigma yang jelek dan mendapatkan layanan kesehatan dengan baik.

“Tanpa dukungan semua pihak, salah satunya media, mustahil cita-cita itu bisa kami raih,” tuturnya.

Laporan: Muhammad Rizal

To Top