Daerah

Ini Dia Nuansa Mistis Dibalik Keindahan Jalur Lingkar Barat

Jalur Lingkar Barat yang bernuansa mistis, Minggu (4/2/2018) (Foto : Red)

JABARNEWS | PURWAKARTA – Jalur lingkar barat yang menghubungkan pusat kota menuju Kecamatan Sukasari, Kabupaten Purwakarta memiliki pemandangan yang asri nan indah.

Suasana khas perdesaan sangat terasa. Kondisi jalan naik turun melewati perbukitan dan rumah warga sekitar, serasa menemani perjalan.

Tak hanya itu, pemandangan samping kiri kanan jalan berupa hamparan hutan pohon bambu dan tanaman besar lainnya serta sejumlah titik yang tepat untuk menikmati pemandangan Waduk Jatiluhur dari sisi lain memang menjadi daya tarik tersendiri untuk menelusuri jalanan ini.

Namun demikian dibalik semua keindahanya, ternyata jalan tersebut menyimpan sejumlah kisah misteri. Menurut keterangan sejumlah warga yang kerap melintasi jalan tersebut, banyak hal aneh yang tak sengaja mereka lihat.

Menurut penuturan Atang Jaelani seorang warga Desa Kutamanah, Kecamatan Sukasari yang akrab disapa Mang Ogel (46), dirinya kerap melihat penampakan sekelebat seorang wanita berbaju putih pada malam hari ketika melintasi jalan tersebut.

“Waktu itu kondisinya malam hari. Pas belokan ada pohon besar di situ saya lihat sekelebat sosok wanita berbaju putih,” tutur atang kepada Jabar News, Minggu (4/2/2018).

Sementara itu, dirinya juga sempat sekali menyaksikan sosok buta atau raksasa yang kerap muncul dari rimbunnya hutan bambu.

“Kaget. waktu itu saya juga sempat lihat sosok buta keluar dari hutan bambu dan berdiri di samping pepohanan,” Cerita mang ogel.

Berbeda dengan Mang Ogel, Zainal Arifin (33) warga Desa Bunder, Kecamatan Jatiluhur yang sering hilir mudik melintasi jalan tersebut, mengatakan perjalanannya sering kali dirinya dicegat oleh sosok ular panjang berwarna hitam dan putih

“Waktu itu saya sedang nganterin pacar saya yang asli orang Sukasari dari pusat kota. Tiba-tiba seekor ular panjang berhenti di depan motor. Waktu itu hujan gerimis dan kejadiannya malam hari,” ungkap dia.

Pria yang akarab disapa Ipin tersebut mengaku memang dibutuhkan nyali yang cukup besar untuk melintasi jalan lingkar barat penghubung pusat Kota Purwakarta dengan Kecamatan Sukasari yang berbatasan langsung dengan dua kabupaten yaitu di bagian barat dan utara ada kabupaten Karawang dan Cianjur.

Selain memiliki panjang jalan yang cukup panjang mencapai sekitar 70 km ditambah penerangan lampu yang masih minim, perjalanan melewati jalan lingkar barat akan tambah menyeramkan ketika dilewati pada malam hari.

“Waktu malam, kanan-kiri kan hutan. Penduduk Sukasari yang sedikit dibanding luas wilayah, membuat jarak rumah satu dengan yang lainnya aga berjauhan. Jadi sepanjang jalan sangat sepi,” pungkasnya. (Gin)

Jabarnews | Berita Jawa Barat

To Top