Daerah

Kantor KPU Subang “Diserang” Massa

Aparat kepolisian Polres Subang menggelar simulasi pilkada, Jumat (9/2/2018). (Foto : Red)

JABARNEWS | SUBANG – Ratusan orang terlibat ricuh dalam aksi penyerangan di kantor KPU Subang. Bahkan massa pun terlibat adu jotos dengan aparat kepolisian.

Namun demikian hal itu hanya terjadi pada acara simulasi pilkada, bukan terjadi pada sebenarnya.
Ribuan personil gabungan Polri dan TNI menggelar simulasi di Jalan KS Tubun, Subang Jumat (9/2)/2017. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi massa yang anarki.

Skenario dimulai dengan ratusan massa yang mengamuk lantaran merasa tidak puas atas kinerja KPU, lalu menyerang kantor KPU Subang.Tak hanya saling lempar benda keras, aksi tersebut juga diwarnai aksi adu jotos antara petugas keamanan dan massa.

Massa yang marah itu terus merangsek masuk ke barisan dan berusaha untuk menerobos brikade Polisi dan TNI.

Petugas pengamanan dari TNI dan polisi berusaha menenangkan massa dengan mengerahkan pasukan bermotor dan water canon hingga akhirnya massa pengunjukrasa berhasil dibubarkan.

Petugas berhasil menangkap beberapa provokatornya langsung diamankan polisi. Bahkan, ada tiga pengunjuk rasa yang berusaha melawan dan tidak mengindahkan tembakan peringatan terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas oleh pasukan Tripatra.

Setidaknya ada 800 personel gabungan TNI-Polri yang terlibat dalam simulasi ini.

Kapolres Subang AKBP Muhammad Joni mengatakan simulasi  Sispamkota dan Pembentukan Satgas Triparta ini digelar sebagai antisipasi ricuh saat Pilkada nanti.

“Kami gelar simulasi pengamanan, kita antisipasi aksi anarkis dari massa paslon nanti, tapi kami berharap tidak terjadi,” kata Joni usai simulasi, Jumat (9/2/2018).

Joni mengatakan, Satgas Tripatra dibentuk khusus untuk mengamankan pilkada apabila terjadi kontigensi.

“Mereka akan mengikuti setiap tahapan sesuai dengan prosedur tetap (protap), yang akan dilatih oleh Brimob sebagaimana tadi kita saksikan,” ujarnya.

Ia berharap dalam pelaksanaan Pilkada akan berjalan aman dan damai. Namun demikian kewaspadaan dan penyiapan pasukan sudah disiagakan pada saatnya sebanyak 1.800 personil.

“Kalau untuk simulasi ini kita turunkan personel sebanyak 800 orang,” pungkasnya (Mar).

 

To Top