Daerah

Miris, Emak Ooh Tinggal Di Kandang Kambing Dalam Keadaan Sakit

Tampak terlihat si Ema Ooh yang sedang terbaring lemas beralaskan tikar, didalam kandang Kambing. Sabtu (10/02/2018).

 

JABARNEWS | TASIKMALAYA – Miris, Ternyata sepasang lansia asal Kp Malaganti, Desa Harjamukti, Kec Sariwangi, Kabupaten Tasikmalaya, itu tinggal berdampingan dengan kandang kambing itu selama 25 tahun, Sabtu (10/02/2018).

“Ia sebenarnya emak dan abah ini tinggal berdampingan dengan kambing itu sudah bertahun-tahun, tapi kalau tinggal di kandang kambing ini baru tiga hari semenjak gubuk saya di perbaiki warga,”kata Emak Ooh ketika ditemui Sabtu (10/02/2018).

Diungkapkan lansia asal Kp Malaganti, Desa Harjamukti, Kec Sariwangi, Kabupaten Tasikmalaya ini, dirinya sebenarnya mempunyai dua orang anak tapi sudah sepuluh tahun tidak pulang.

“Emak sebenarnya mempunyai dua orang anak, tapi sudah sepuluh tahun mereka enggak menampakan diri kesini,” katanya.

Tidak hanya itu, anaknya tersebut pun malah menitipkan anak (cucu) untuk dirawat. Kini cucunya sudah beranjak agak dewasa, sehingga bisa sedikit bantu kehidupan keluarga.

“Kerjanya serabutan, bisa dua puluh ribu perhari,” katanya.

Dilokasi yang sama tim jabarnews.com sempat berbicang-bincang dengan suami emak Ooh, yaitu Abah Atang (75).

Abah Atang pun heran dengan sikap anaknya yang tidak juga pulang.

“Emak dan abah sudah sepuluh tahun, tidak pernah berkomunikasi dengan mereka, malahan si emak sudah anggap mereka tiada,” katanya.

Saat ditanya soal bagai mana bisa menutupi kebutuhan sehari-hari, Abah Atang pun mengatakan, dirinya kerja serabutan, itu pun kalau ada yang minta. Sehingga pendapatan pun tidak menentu.

“Kadang dapat dua puluh ribu, dan kadang juga dapat lebih, kadang ga dapat juga, tapi itu sangat enggak nentu,” jelas abah Atang.

Meski demikian, lanjutnya semua itu ia syukuri, terlebih ada penghasilan untuk biaya pengobatan Emak Ooh.

Ya mau tidak mau, dibuat cukup, yang penting ada sisa buat beli obat si emak yang sudah sakit sepuluh tahun lalu,” tandasnya

Terkait penyakit yang diderita emak Ooh, Atang pun merasa bingung. Pasalnya dirinya tidak tahu penyakit apa yang diderita emak Ooh.
Sebenarnya si emak sudah sempat dibawa ke puskesmas, tiga kali. Saat itu, pak mantri juga enggak bilang apa-apa. Tapi, Lama lamaan si emak bukannya sembuh tapi makin bengkak diperutnya,

“Saya ikhlas saja, mau berobat lebih saya enggak punya uang,” katanya sambil mengambil rumput buat kambing titipan orang untuk dipeliharanya. Sabtu (10/02/2018).

Sementara itu Eha (39) tetangga Emak Ooh mengatakan, Emak Ooh dan abah Atang itu sangat baik. Bahkan Abah Atang nya pun sangat rajin dan pekerja keras demi untuk mengobati istrinya.

“Sempat saya lihat si abah agak kurang enak badan, tapi tetap bekerja. Bahkan saya tegur dia, tapi tetap saja si Abah terus kerja. Katanya buat beli obat Emak Ooh,” ungkapnya.

Tidak hanya itu saja, dirinya pun sempat meminta kedua pasangan tersebut untuk tidak tinggal di kandang kambing. Tapi kedua lansia tersebut tetap dengan pendiriannya.

”Kami semua dengan masyarakat sudah berusaha untuk mengajak tapi Emak Ooh sama Abah Atang ini susah dibujuk untuk pindah. Mereka lebih senang bertahan di dalam Kandang Kambing itu,” Terangnya.

Lebih miris lagi sudah 10 tahun Emak Ooh mengalami sakit dibagian perutnya, bahkan informasinya terkena tumor. Namun demikian selama ini Emak Ooh jarang berobat dan mendapatkan perawatan medis. Paling hanya obat warung.

“Maka Tolonglah Pemerintah sekitar itu Tingkat Kabupaten, Provinsi, bahkan Tingkat Nasional, perhatikan warga yang seperti ini. Mau turun ke bawah melihat warganya. Sebab,  jelas ini sangat membutuhkan bantuan dana,” jelas Eha. (Yud)

Jabarnews | Berita Jawa Barat

 

To Top