Daerah

Miris, Lansia Di Tasik Ini Tinggal Di Kandang Kambing

Tampak terlihat kondisi si Emak Ooh (70) Warga Kp Malaganti, Desa Sukaharja, Kec Sariwangi, Kabupaten Tasikmalaya yang tinggal di  kandang kambing. Jum’at (09/02/2018).

JABARNEWS | KAB TASIKMALAYA – Miris mendengar cerita pasangan lansia Abah Atang (75) dan Emak Ooh (70) asal Kp Malaganti, Desa Sukaharja, Kec Sariwangi, Kabupaten Tasikmalaya. Kini mereka terpaksa tinggal dikandang kambing ukuran 3×4 karena keterbatasan, Jum’at (09/02/2018).

Menurut keterangan Kang Abel Salah satu warga yang peduli akan kehidupan sepasang lansia yang hidup dengan penuh keterbatasan  tersebut mengatakan, kini kedua lansia itu tinggal dikandang kambing.

”Saya sedih kalau ditanya soal mereka pasalnya, si abah dan si emak Ooh itu sudah kita anggap orang tua saya sendiri, jadi saya tahu akan kesehariannya, sangat prihatin,”ucap Abel saat ditemui sisekitar rumah Lansian tersebut. Jum’at (09/02/2018).
.
Selain itu ia juga menerangkan akan keseharian mereka, untuk mencari makan saja si abah hanya berbekal dari hasil penjualan lima gandu gula aren, yang dia ambil dari salah satu kebun punya orang yang dia rawat selama bertahun-tahun.

“Gula aren dia buat sendiri, buat makan si abah dan si emak. Selain itu, dari hasil penjualan gula aren, disisihkan juga buat berobat si ema ooh,”si ema kan lagi sakit,”terangnya.

Diungkapkannya, sudah 10 tahun Emak Ooh mengalami sakit dibagian perutnya, bahkan informasinya karena tumor. Namun demikian selama ini Emak Ooh jarang berobat dan mendapatkan perawatan medis.

“Si Emak selama dia sakit hanya pernah beberapa kali dibawa ke puskesmas, tapi itu hanya diperiksa biasa layaknya kaya orang sakit perut biasa. Si emak hanya diberikan obat sakit perut biasa saja,”jelas abdel sambil menperagakan kesakitan Emak Ooh.

Sebetulnya ia ingin membantu Keluarga Emak Ooh, namun secara ekonomi dirinya pun banyak kekurangan.

“Jika saya jadi orang kaya, saya enggak akan diam, tapi gimana kang, saya juga begini kondisi ekonomi saya juga lagi serba kekurangan,”jelasnya.

Diakuinya, memang Emak Ooh selama ini tinggal di rumahnya. Meski demikian rumahnya tersebut sudah tidak layak huni. Sehingga tidak heran Lansia tersebut lebih memilih untuk tinggal di kandang kambing. Dalam hal itu warga pun sudah berupaya memperbaiki rumah Emak Ooh yang rusak.

“Kita sempat bereskan rumahnya yang bobrok, itu dari hasil suadaya selama sebulan dari masyarakat sekitar sini. Ia alhamdulilah antusias masyarakat sini juga ikut serta, ada yang kasih kayu, semen, dan internit. Cuman permasalahan saya sekarang si ema dan si abah kini enggan mau diajak pindah, malah mereka milih tetap tinggal di kandang kambing samping rumah warga berukuran 3×4 meter,” katanya. (Yud)

Jabarnews | Berita Jawa Barat

 

To Top