Pilkada

Para Ulama Diteror Orang Gila, Uu Berharap Jabar Tetap Aman

Calon Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum / Net

JABARNEWS | KAB TASIKMALAYA – Tercatat dalam dua pekan ini Jawa Barat digegerkan oleh aksi penganiayaan terhadap Ulama serta Ustad, Satu diantaranya tewas. Diduga sipelaku mengalami keterbelakangan mental alias Gila. Kamis (08/02/2018).

Dalam peristiwa tersebut serentak membuat banyak perhatian publik. Salah satunya Cikal Bakal calon wakil gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum menilai Jabar tetap kondusif, terutama menjelang Pilkada 2018.

“Beberapa peristiwa sempat terjadi, itu dikalangan para ulama seperti diawal kejadian yang dialami KH Umar Basri salah satu Pimpinan pondok pesantren Al Hidayah Cicalengka. Beliau dianiaya di dalam masjid oleh pria diduga gila.”ucapnya.

Tidak hanya itu tindak penganiayaan juga dialami ustaz Prawoto (40) yang kebetulan beliu seorang Komandan Brigade Persatuan Islam (Persis) dianiaya tetangganya sendiri Asep Maftuh (45) yang diduga mengalami gangguan jiwa sampai wafat.

Uu meyakini bahwa Jabar saat ini masih aman terlepas dari sejumlah gangguan keamanan yang terjadi belakangan. Namun, khususnya menjelang Pilkada serentak tahun ini, dia menyakini masyarakat Jabar semakin dewasa dalam berdemokrasi.

“Jabar tetap aman tercermin dengan even politik desa, kabupaten/kota dan Jabar hingga Pilpres sampai hari ini tidak ada hura hara. Karena masyarakat Jabar semakin pintar berpolitik dan memilih pemimpin yang baik,” ucap Uu saat dihubungi, Kamis (08/02/2018).

Tidak lupa ia juga menilai bahwa adanya penafsiran politik dari masyarakat mengenai insiden orang diduga gila menganiaya tokoh agama ini merupakan hal yang wajar. Karena, dari setiap kata terucap dari pemerintah jika dilihat melalui kacamata politik selalu melahirkan berbagai kesimpulan.

“Maka, penafsiran masyarakat hal wajar, karena politik tidak lepas dari penafsiran. Apapun keputusan pemerintah kalau ditafsirkan dalam politik pasti muncul berbagai kesimpulan, termasuk wacana Pj gubernur Jabar dari kepolisian,” jelasnya

Dikatakan Uu, munculnya penafsiran ini tak lepas dari adanya kekhawatiran berlebihan pemerintah pusat terhadap kondisi keamanan di Jabar. Sebab, alasan Mendagri Tjahjo Kumolo mengusulkan Pj gubernur dari polisi lantaran Jabar rawan saat Pilkada.

“Ia sebagai Pemerintah pusat juga jangan berprasangka buruk kepada masyarakat Jabar. Jangan dianggap Pilkada mau ramai jadi alasannya dari pihak kepolisian, kalau memang mau dari kepolisian, ia silahkan saja tapi jangan ada anggapan tidak aman,” tanadas Uu

“Saya pribadi tidak masalah (Pj gubernur Jabar) mau dari polisi atau ASN, asalkan sesuai dengan aturan yang berlaku,” kata Uu Ruzhanul Ulum. (Yud)

Jabarnews | BeritaJabar

To Top