Smartcity

Petugas PDAM Cek Rumah Pemohon Air Bersubsidi

Tim survei PDAM diberi pengarahan untuk survei lapangan hari Senin, 12/2/2018 (foto : red)

JABARNEWS | BANDUNG – Hari ini Senin (12/2/2018) petugas Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtawening Kota Bandung bakal menyurvei rumah yang mendaftarkan diri ikut program hibah air minum atau program MBR (masyarakat berpenghasilan rendah). Survei itu dilakukan agar program bersubsidi itu tepat sasaran. Demikian disampaikan Kabag meteran Meliana Sapartini.

“Kita akan menugaskan petugas surveyor untuk melaksanakan prabasline (pendataan ulang langganan) pada program hibah air minum,” jelas Melly.

Sebenarnya program dari Kemenpupera  itu sudah dari tahun 2016, yang mengikuti program tersebut hanya masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Tahun 2016 kata Meli diikuti sebanyak 560 saluran rumah (SR).  Tahun 2017 mencapai 5221 SR. Dan tahun ini kuota untuk kota Bandung adalah 15 ribu SR.

“Tujuannya mempercepat cakupan pelayanan dan juga harapan pusat PDAM di seluruh Indonesia bisa melaksanakan 100 0 100 yakni, 100 terlayani, 0 zero compalin, 100 sanitasi layak,” paparnya.

Ditambahkan ketua Tim MBR Agus Sumardi, penjaringan dilakukan November Desember 2017. Dari 18221 hanya 15750 yang terjaring. Dari 15750 itu yang akan layak mendapatkan program hibah air minum MBR hanya 15 ribu sesuai kuota kemenpupera.

“Sebelum pemasangan kita lakukan survei ini untuk meihat kondisi betul pemohon adalah MBR, alamatnya betul dengan nama pemohon. Nah kalau ternyata daya listriknya melebihi 1300, atau tempatnya ternyata fasus fasum, resto dan sebagainya ya tidak boleh. Makanya kami survei agar by name by address,” tegas Agus.

Prabasline juga lanjutnya, untuk meyakinkan betul pemohon mau menjadi pelanggan PDAM atau mengundurkan diri, sehingga saat basline oleh kemepuperai tidak ada yang mengundurkan diri.

“Ini agar nanti mereka on the track. Petugas yang turun 187 orang. Survei selama 8 hari, 1 petugas mendatangi 40 pemohon MBR,” jelasnya.

Selama survey, petugas dibekali surat tugas dari satgas, name tag, lembar stiker dan HP yg sudah ada  aplikasi prabasline.

Pada survey itu warga atau pemohon tidak ada biaya apapun kecuali nanti jika sudah dinyatakan layak oleh tim survey basline maka membayar pendaftaran langganan bersubsidi sebesar Rp 465.000. (Vie)

Jabarnews | Berita Jawa barat

To Top