Daerah

Ribuan Supir Angkot Garut Sebut Angkutan Online Itu Ilegal

Ribuan sopir angkot melakukan aksi unjuk rasa di alun alun Garut, Senin (5/2/2018) (Foto : Red)

JABARNEWS | KAB GARUT – Ribuan sopir angkutan kota yang tergabung sebagai awak armada angkutan umum asal Kabupaten Garut, melakukan aksi unjuk rasa di sekitar alun alun Garut, Senin (5/2/2018). Mereka menolak angkutan online.

Ketua DPC Organda Garut Ridwan mengatakan, aksi ini sebagai bentuk protes para sopir angkutan terhadap beroperasinya angkutan online. Pihaknya berharap pemerintah bisa menghentikan angkutan online.

“Kita semua turun kejalan ini karena kami ingin agar semua para angkutan online di Garut dihilangkan,” jelas Ridwan dalam orasinya di Lapangan Otista, Kecamatan Garut Kota, Garut, Senin (05/02/18).

Dalam hal itu, lanjut Ridwan pihaknya berharap pemerintah bisa tegas dalam menerapkan aturan.

“Pemerintah tolong musti bisa tegas, jangan tidak plin-plan, angkutan online itu ilegal” katanya.

Saat ini, lanjutnya, dari ribuan para sopir angkutan umum hadir, yakni terdiri dari angkot, angdes, taxi dan ojek pangkalan berkumpul.
Serempak mereka bersuara ingin tuntutannya bisa dipenuhi hari ini oleh pihak terkait.

“Jika dalam aksi kami tidak didengar, ia misalnya sampai tiga hari itu tidak ada hasilnya, maka kami tidak akan berikan retribusi untuk Pemerintah Kabupaten Garut,ia biar yang andil itu para online ilegal saja,” terangnya

Namun demikian lanjutnya, jika tuntutannya tidak didengar oleh pemerintah maka pihkanya akan melumpuhkan akses jalan di wilayag Garut.

”Jika tuntutan kami tidak didengar, maka masa akan memblokir semua akses jalan di garut,” katanya

Nada ancaman tersebutpun terlontarkan dari para supir angkutan umun garut, contoh seperti yang terucapkan oleh Hendi (30) supir angkutan umum jalur lintas Cikurai ke Terminal Guntur Garut.

”Kalau ucapan kami tidak juga didengar, kami akan lakukan hal yang lebih lagi, itu apa ya lihat saja nanti,” kata Hendi.

Berdasarkan informasi hari ini sekitar dari pagi hari hingga jam 11.30 wib tadi, massa semakin bertambah. Lengkap dengan segala atribut serta membawa berbagai spanduk bertuliskan penolakan angkutan online.

Massa menyebut tidak akan meninggalkan kawasan Alun-alun Garut jika hingga siang ini mereka tidak ditemui perwakilan pemerintah.

“Kalau sampai sore tidak ada bupati atau wakil bupati, kita turun ke jalan,” pungkasnya.

Terlihat juga dalam aksi itu dapat pengawalan ketat dari anggota Polres Kabupaten Garut, Kodim serta Korem. (YUD)

Berita Jabar |Jabarnews

To Top