Smartcity

SDM Cerdas Intelektual Dan Spritual Lahir Dari Pesantren

Sekretaris Daerah Kota Bandung, Yossi Irianto mengata Kikan pondok Pesantren memiliki peran penting dalam menunjang kegiatan ilmu agama Islam juga mampu menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan berdaya saing.

Hal  itu disampaikan pada kegiatan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Forum Pondok Pesantren se-Kota Bandung tahun 2018 di Gedung Badan Kesejahteraan Masjid Kota Bandung.

Yossi berharap, Rakerda yang menjadi  forum tertinggi bagi sebuah organisasi itu bisa dijadikan sebuah evaluasi atas kinerja sebelumnya. Sehingga keputusan di Rakerda menjadi pondasi agar pesantren mampu berkontribusi dalam pembinaan umat dan pengembangan ukhuwah Islamiyah.

“Diharapkan dari rapat ini mampu memberikan potensi yang baik untuk para santri dan santriwati,” ujarnya.

Yossi menyarankan agar pesantren bisa lebih berkembang, sebab sudah saatnya para santri diberikan ilmu terapan selain ilmu-ilmu dasar. Itu agar para santri bisa memiliki dasar untuk mampu bersaing dengan lulusan sekolah umum.

“Nanti lulusannya matang secara akademis, berahlak baik, dan mampu beradaptasi dengan dinamika kehidupan,” tutur Yossi.

Lanjutnya, ilmu di pesantren bertujuan untuk memperdalam agama Islam. Diharapkan mampu direfleksikan dalam kehidupan sehari-hari.

“Sebagai dukungan, Pemerintah Kota Bandung menggelar kegiatan agama agar peradaban Islam di Bandung menjadi makmur. Dengan beberapa program seperti Magrib Mengaji, Subling (Subuh Keliling) itu bertujuan memotivasi warga agar bisa melaksanakan ibadah kepada Allah,” ujarnya.

Pencanangan Bandung Kota Islam pun terus digagas oleh seperti pelatihan bahasa Inggris untuk ulama, Alquran digital, aplikasi Mobile Zakat.

Selain itu, di bidang ekonomi pun terdapat program Kredit Mesra (Masjid Sejahtera) yang telah diluncurkan tahun lalu. Menurutnya, program tersebut diluncurkan agar masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat pemberdayaan dan pertumbuhan ekonomi kerakyatan. (vie)

To Top