Daerah

STT Muhammadiyah Cileungsi Gelar Klinik Proposal Hibah Ristekdikti Pendanaan 2019

STT Muhammadiyah Cileungsi menyelenggarakan Klinik Proposal Hibah Ristekdikti Pendanaan 2019, di jalan Anggrek 25 Cileungsi, Sabtu (10/2/2018).

JABARNEWS | CILEUNGSI – Untuk meningkatkan penelitian Dosen, STT Muhammadiyah Cileungsi menyelenggarakan Klinik Proposal Hibah Ristekdikti Pendanaan 2019, di jalan Anggrek 25 Cileungsi, Sabtu (10/2/2018).

Acara ini diikuti oleh seluruh Dosen dan sivitas akademika STT Muhammadiyah Cileungsi dengan narasumber Dr Mujiarto ST MT dari Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya (Umtas).

“Dalam sambutannya Kristanto ST MT Wakil Ketua I menjelaskan, STT Muhammadiyah Cileungsi terdiri dari 3 (tiga) prodi yaitu: Teknik Mesin, Teknik Industri dan Teknik Informatika dengan Dosen tetap sebanyak 21 orang,” katanya.

Masih banyak kendala-kendala yang dihadapi dosen dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, terutama pada bidang Penelitian dan Pengabdian.

“Diharapkan dengan adanya klinik proposal ini, dosen termotivasi untuk aktif mengikuti Hibah Ristdkdikti, sehingga dapat menghasilkan luaran Penelitian dan Pengabdian Masyarakat berupa Jurnal/Prosiding Nasional maupun Internasional bereputasi, HAKI, Paten, Bahan Ajar ,dan luaran lainnya,” ujar Kristanto.

Sebagai pembicara Dr Mujiarto ST MT yang juga Ketua LPPM UMTAS ini banyak memberikan petunjuk terkait tatacara penyusunan, pengajuan proposal dari berbagai skim yang ada dengan pendanaan dari Dikti.

“Ia menekankan harus berani mencoba dan terus mencoba dalam pengusulan proposal dan pantang berputus asa,” ucapnya.

Begitu juga banyak dibahas strategi pelaporan riset, logbook dan pembuatan outcomes riset yang sudah harus disertakan pada saat Monev.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua LPPM STT Muhammadiyah Cileungsi Wilarso S T menuturkan tujuan acara ini dilaksanakan untuk meningkatkan semangat penelitian dan pengabdian dosen, sehingga dapat menyerap dana hibah dari DRPM Kemenristekdikti pendanaan 2019.

“Dengan mendapatkan dana hibah penelitian tersebut, maka prestasi dosen STTM Cileungsi dapat sejajar dengan dosen-dosen di Kopertis 4 (Jabar & Banten) dan ke depan dapat diperhitungkan secara Nasional dan Internasional,” pungkas Wilarso. (js)

Jabarnews | Berita Jawa Barat

 

To Top