Kadis LH Jabar: Limbah Kotoran Ternak Banyak di Citarum

200 meter dari kilometer 0 disitu merupakan sumber ekolinya, kotoran ternak berkisar 100 ton di 56 desa dari 5 Kecamatan per hari yang menyebabkan saat pagi air Sungai Citarum terlihat hijau.

Kepala DLH Provinsi Jawa Barat, Anang Sudharna saat diwawancarai awak media Minggu (03/12/2017). (Foto: Red)

Citarum Harum Project yang sedang pada tahap perencanaan.

JABARNEWS | BANDUNG – Masalah yang sedang menonjol disekitar hulu Sungai Citarum adalah mengenai limbah kotoran ternak.

200 meter dari kilometer 0 disitu merupakan sumber ekolinya, kotoran ternak berkisar 100 ton di 56 desa dari 5 Kecamatan per hari yang menyebabkan saat pagi air Sungai Citarum terlihat hijau.

Saat ini, Sungai Citarum sedang menyedot perhatian dari semua kalangan dikarenakan kondisinya yang sudah sangat mengkhawatirkan.

"Sungai Citarum sekarang sudah dinilai sebagai salah satu sungai terkotor didunia," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Barat, Anang Sudharna, saat ditemui awak media, Minggu (03/12/2017).

Anang menuturkan penanganan Sungai Citarum sudah masuk pada babak baru, yakni melalui Citarum Harum Project yang sedang pada tahap perencanaan.

"Programnya sudah berjalan, hanya bagaimana untuk meningkatkan instalasinya. Yang pertama kali kita bangun adalah sistemnya dahulu, setelah itu mudah-mudahan diawal Januari kita sudah berjalan," tuturnya.

Maka dari itu, untuk hari selanjutnya DLH bersama dengan TNI serta seluruh pihak-pihak terkait akan melakukan maping seputar permasalahan yang menonjol di 20 sektor Sungai Citarum.

"Kita akan berkumpul kembali, untuk memetakan mengenai masing-masing sektor dan menentukan apa masalah-masalah yang paling menonjol," ucapnya.

Sebagai penutup, ia berharap kedepannya akan ada payung hukum yang mengatur tentang kelestarian alam di Sungai Citarum.

Laporan: Teddy Permana
Sungai Citarum Kotoran Hewan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat