Medsos Hambat Minat Baca Di Perpustakaan

Banyak temuan sekarang ini bahwa anak kecil yang belum masuk ke Sekolah Dasar (SD) ‎pun sudah 'kecanduan' telepon pintar.

ulfmarketingreview.com (foto)

JABARNEWS | BANDUNG - Kehadiran media sosial (medsos) justru menjadi batu sandungan bagi generasi muda untuk datang ke perpustakaan dan ini dampat menimbulkan dampak negatif dalam pembentukan pola perilaku keseharian

Hal ini diutarakan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Bandung, Adin Mukhtarudin, Sabtu (26/11/17).

Dilansir inilah.com, Adin menyebutkan, banyak temuan sekarang ini bahwa anak kecil yang  belum masuk ke Sekolah Dasar (SD) ‎pun sudah 'kecanduan' telepon pintar. Dikarenakan minimnya edukasi, anak usia sekolah justru menjadi kurang bijak dalam menggunakan medsos, yang dianggapnya menjadi dunia utama.

"Memang tantangan besar sekarang untuk perpustakan adanya medsos, bisa dilihat anak Paud aja udah pegang gadget. Jadi medsos makin marak kalau perpustakaan gak bikin inovasi disampaikan jadi hanya baca judulnya, terus adanya ujaran kebencian," kata Adin belum lama ini di Kantor Dispusip, Jalan Seram, Bandung.

Hal inilah yang sekarang ini menjadi tantangan Adin untuk membuat inovasi bagi perpustakaan di Kota Bandung. Sebagai pondasinya, dia ingin menggencarkan minat baca sejak dari usia dini, bahkan sebelum memasuki dunia sekolah.

"Seperti disampaikan Pak wali ingin generasi Bandung lebih pintar, salah satunya meningkatkan minat baca, bayangkan hasil penelitian PBB hanya 27 lembar setahun. Jadi kalau minat baca dimulai dari tingkat paud, TK, SD insya allah investasi jangka panjang," jelasnya.

Salah satu upayanya, Adin akan terus mendekorasi ulang perpustakaan utama yang ada di Kantor Dispusip. Dia bakal meningkatkan pelayanan dan konten di perpustakaan agar tidak monoton dan membosankan.

"Mudah-mudahan nanti perpustakaan akan kita sulap seperti Mall. Di lantai satu full buat perpustakaan, pegawai di lantai dua," ujarnya.

Adin menuturkan, Dispusip Kota Bandung juga menjemput bola mendatangi langsung masyarakat dengan membuat mini library di sejumlah titik. Seperti perpustakaan di Jalan Bima dan Hebarmanah.

‎"Di jalan Bima dikelola dompet duafa, yang di Hegarmanah belum diserahterimakan, nanti pengelolaan sama kita. Sukapura dan Ujung Berung akan pakai kontainer. Alun-alun tinggal interiornya dan diisi sama kita. Akhir tahun ingin ada gebyar literasi di tempat publik, ada kunjungan dan kita bina yang perpustakaannya kurang,‎" bebernya.

Dispusip juga baru saja mendapat bantuan hibah dari Manila Water Asia Pasifik sebesar 600 juta rupiah untuk pembuatan perpustakaan mikro. Rencnanya, pembangunan perpustakaan mikro tersebut akan dilakukan di Kelurahan Babakan Sari, Kecamatan Kiara Condong.(inilah.com)