Warga di 148 Kelurahan di Bandung, Masih Buang Air Besar Ke Pinggir Kali

Pihaknya terkendala dengan anggaran dana operasional guna membuat masyarakat Kota Bandung tidak buang besar sembarangan.

yesmuslim.blogspot.de. (Foto)

JABARNEWS | BANDUNG - Dari 153 kelurahan di Kota Bandung, baru 5 kelurahan dimana warganya buag air besar sesuai ODF(Open Dfecation Free) yang direkomendasikan Dinas Kesehatan. Sisanya di 148 kelurahan, warganya masih melakukan buang air besar ke pinggir kali atau di sembarang tempat.

Kepala Dinkes Kota Bandung, Rita Verita menyebutkan hingga akhir 2017 ini hanya 5 kelurahan yang sudah menyatakan wilayahnya sudah masuk kategori Open Dfecation Free (ODF), atau buang air besar tidak sembarangan.

"Saat ini buang air besar sembarangan yang betul-betul sudah jadi deklarasi bahwa memang di kelurahan itu sudah tidak ada lagi membuang air besar di pinggir kali atau di sembarang tempat," ucapnya Rita seperti yang dilansir inilah.com.

Rita sendiri mendapat tantangan besar untuk menuntaskan persoalan kesehatan lingkungan ini. Sebab, dia diberi deadline selama dua tahun ke depan agar bisa memastikan seluruh kelurahan sudah berkomitmen tidak buang besar ke pinggir kali atau sembarangan.

"Sedangkan target yang ditentukan 2019 harus di seluruh kelurahan seratus persen. Dan insya allah akan kita terus tingkatkan dan terlaksana dengan baik," tegasnya.

Dia mengaku, pihaknya terkendala dengan anggaran dana operasional guna membuat masyarakat Kota Bandung tidak buang besar sembarangan. Di tahun 2018 saja, dia hanya bisa mengalokasikan biaya program ODF ini untuk lima kelurahan saja.

"2018 kami baru bisa menargetkan lima, karena memang sesuai anggaranya ‎yang ada. Insya allah kami cicil sedikit demi sedikit," ujarnya.

Oleh karenanya, Rita sangat berharap ada partisipasi dari warga yang mampu menggalakan program ODF secara mandiri, tanpa harus menunggu uluran dari pemerintah, terutama soal anggaran dana. Sebab, menurutnya kesehatan lingkungan ini sangat penting guna menunjang kesehatan tubuhnya.

"Mudah-mudahan ada kelurahan yang ada dia bisa swadana, jadi sama-sama mendeklarasikan sudah ODS, tidak membuang air besar sembarangan," ucapnya. (inilah.com)