DPPPAPM Siap Luncurkan Gemas BCL

DPPPAPM Siap Luncurkan Gemas BCL

JABAR NEWS | BANDUNG – Wujud konkret dari mimpi Wali Kota Bandung M. Ridwan Kamil untuk memerhatikan dan membahagiakan lansia di Kota Bandung adalah dengan membentuk unit khusus guna memberikan pelayanan terbaik bagi warga usia di atas 60 tahun itu. Unit tersebut berada di bawah Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pemberdayaan Masyarakat (PPPAPM) dengan nama Bidang Perlindungan dan Pemenuhan Hak Lansia. Bidang inilah yang berfungsi untuk mengatur semua hal yang berkaitan dengan pemenuhan hak lansia.

Plh Kepala Dinas PPPAPM Kota Bandung M. Anwar mengatakan, dinas ini akan bertanggung jawab dalam hal penguatan kelembagaan instansi-instansi yang peduli terhadap permasalahan lansia. Secara formal, instansi-instansi yang mengurusi lansia antara lain Komda Lansia, Lembaga Lanjut Usia, dan Persatuan Wredatama Republik Indonesia, dan lain-lain.

“Kita rutin setiap minggu itu di Taman Lansia setiap hari Kamis selalu melakukan kegiatan olahraga dan memberikan cek kesehatan gratis. Bulan April ini juga dimulai pengajian rutin di Al-Ukhuwah agar kesehatannya tidak hanya fisik tetapi juga rohani,” ujar Anwar dalam Bandung Menjawab di Media Lounge Balai Kota Bandung, Selasa (4/4/2017).

Salah satu program yang dalam waktu dekat akan dilaksanakan adalah Gerakan Masyarakat Bandung Cinta Lansia (Gemas BCL). Program ini akan diluncurkan dalam rangkaian Hari Lansia yang diperingati setiap tanggal 29 Mei. Dalam program ini, pemerintah kota akan membentuk relawan yang akan menemani dan menghibur lansia di waktu-waktu tertentu.

“Kita sudah ada relawan yang dikoordinasikan oleh Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) dan Jurusan Kesejahteraan Sosial Universitas Padjadjaran. Pada minggu lansia itu, relawan akan hadir di semua titik yang ada lansianya, termasuk panti jompo dan organisasi lansia,” katanya.

Anwar sendiri telah mengklasifikasikan kategori lansia yang menjadi perhatiannya, yakni lansia yang potensial dan non potensial. Lansia potensial adalah mereka yang secara fisik masih mampu berdaya dan secara kemampuan masih bisa mandiri. Sementara itu, lansia non potensial adalah mereka yang secara keberdayaan dan kemandirian sudah mulai menurun.

“Tapi yang akan jadi perhatian utama kita adalah lansia yang non potensial, yang secara ekonomi dan fisik perlu pendampingan dan bantuan,” ujar Anwar.

Ia lalu mengemukakan data dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Bandung, dari 197.194 lansia, ada 2400 orang yang masuk kategori non potensial yang perlu perhatian. Jumlah tersebut sebagian besar tinggal di panti-panti jompo.

“Kami juga mendapatkan laporan dari Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Kota Bandung yang anggotanya, meskipun sudah mendapatkan uang pensiun, masih kurang berdaya secara ekonomi. Di Minggu Lansia 29 Mei itu nanti kuta akan turun bergerak memberikan perhatian khusus kepada mereka yang membutuhkan,” ucap Anwar.(Red)

JABAR NEWS | BERITA JABAR

Comments

comments

Related posts