Melalui Inovasi, Kota Bandung Kembali Raih Juara Pos Yandu Tingkat Nasional

Melalui Inovasi, Kota Bandung Kembali Raih Juara Pos Yandu Tingkat Nasional

BANDUNG | JABAR NEWS – Kota Bandung kembali meraih Prestasi dengan terpilihnya RW 13 Pos Yandu Wijayakusumah di Kelurahan Sekeloa Kecamatan Coblong menjadi Perwakilan bagi Provinsi Jawa Barat pada Lomba Pos Yandu tingkat Nasional.

Terpilihnya Pos Yandu Wijayakusumah ke ajang Lomba Tingkat  Nasional tersebut sudah pasti tidak lepas dari Kerja Keras para Kader Pos Yandu , Pemerintah Kelurahan , Kecamatan serta Kekompakan Warga Masyarakat dalam menjaga Performance (Daya Saing) Pos Yandu mereka, Hal tersebut di kemukakan oleh Sekretaris Daerah Kota Bandung yang dalam Hal ini sekaligus bertindak sebagai Ketua Pokjanal (Kelompok Kerja Nasional) Rechecking Pos Yandu ,pada acara Rapat Persiapan Penerimaan Tim Rechecking Pos Yandu Nasional di Grand Ballroom Hotel Amarossa Bandung, Senin, (10/04).

Hadir Pula dalam Kesempatan Tersebut Ketua Tim PKK Kota Bandung Atalia Praratya serta Wakilnya Hj. Siti Muntamah dan Kepala Dinas DP3APM (Pemberdayaan Perempuan , Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat ) Dedi Sopandi serta jajaran Camat dqn Lurah di Kota Bandung.

Mengawali Rapat tersebut Kadis DP3APM Dedi Sopandi mengatakan Latar blakang kegiatan rapat ini adalah untuk melaksanakan Assesment terhadap Kebutuhan persiapan penerimaan Tim Rechecking Nasional yang akan tiba pada tanggal 17 April 2017.

“Dari Hasil Lomba tingkat Kota, RW 13 Kel. Sekeloa Posyandu Wijaya Kusumah mewakili provinsi ke Nasional dan akan di nilai melalui rechecking pada 17 April 2017 sehingga perlu adanya dukungan dari Kewilayahan lain untuk mensuskseskan kegiatan Rechecking tersebut,” ujar Dedi.

Berkaitan dengan Dukungan  anggaran Dedi memaparkan pihal Pemerintah Kota Bandung telah memberikan Dana sebesar 150 Juta sebagai Sarana untuk Propaganda.

“Salah satu Kebutuhan yang penting pada kegiatan ini adalah Propaganda berupa Leaflet-leaflet dari Dinas-dinas yang berkaitan langsung pada kebutuhan penyelenggaraan acara , Seperti Dinas Kesehatan,” papar Dedi.

Dedi juga menambahkan DP3APM telah membuat grand design dan megakumulasi data Kondisi pos yandu di Kota Bandung dengan Harapan nantinya dapat menjadi acuan pada peningkatan Kualitas Pos Yandu di Kota Bandung.

“Untuk Kelas madya ada 565, purnama 1000 dan mandiri 412 ,Harapannya semua posyandu di kota bandung jadi mandiri dan dapat menjadi multi fungsi sehingga semua pos yandu di Kota Bandung berkelas Juara seperti di Sekeloa,” tambahnya.

Untuk Tingkat perkembangan pos yandi di kota bandung Dedi memaparkan Total pos yandu per tahun adalah pada 2015  ada 1973, 2016 ada 1975 dan pada  maret 2017 ada  1978, sedwngkan untuk kader Dedi juga memaparkan Jumlah kader aktip pada 2015 ada 16.156, tahun 2016 ada 16.280 dan 2017 ada 16.318 dengan Kader terlatih tahun sebanyak 76%.

” Peningkatan Ini diharapkan berkembang seiring dengan Peningkatan layanan , Infrastruktur serta Kehandalan Kader Pos Yandu sehingga akan menghasilkan Outcome yang optimal,”ujar Dedi.

Untuk Inkvasi Dedi juga mengatakan ada banyak Inovasi  baru diantaranya adalah pelayanan melalui Smartphone bagi Ibu dan anak seperti antar makanan bayi konsultasi dan kemitraan seperti operasi dana usaha kesehatan masyarakat dan yang terbaru adalah pijat Bayi dimana ibu dapat memesan melalui Whatsapp.

“Selain Kasaba (Kader Sayang Bayi) banyak Inovasi inovasi yang akan terus bertamabah dalam rangka meningkatkan pelayanan bagi Masyarakat, ” jelasnya.

Sementara itu pada kesempatan yang sama Sekretaris Daerah Kota Bandung Yossi Irianto menyampaikan  ,kerja keras semua kader PKK terutama di Kecamatan coblong sangat di  apresiasi olehnya dan ia pun Berharap pada 2017 Kota Bandung dapat menyatukan kekuatan dan konsen kepada bagaimana mengupayakan yang terbaik pada Pos Yandu.

“Banyak pemikirian inovatif yang mucul dari kader posyandu di Bandung contoh saja  Kasaba dan pelayanan pelayanan lain yang mengutamakan kenyamanan kemudahan bagi masyarakat dalam menjaga kesehatan warga hal ini perlu terus ditingkatkan dan di pertahankan agar nantinya menjadi standar Performa bagi Pos Yandu di Kota Bandung,” tegasnya.

Yossi juga mengatakan Sekarang para Camat  mendapqt mandat khusus menjadi ketua pokjanal tingkat kecamatan dan diberikan ruang khusus untuk dapat membina kader nya di kecamatan.

”4000 lebih kader telah terlatih merupakan pertanda keinginan kuat bagi  poknajal di kecamatan untuk terus meningkatkan kualitas posyandu di Kota Bandung yang Kedepan diharapkan menjadi percontohan bila menjadi Juara Nasional,” ujarnya.

Sekda juga menegaskan waktu yang dimiliki hanya tinggal 1 minggu dab harus Fokus pada revitalisasi-revitalisasi seperti perbaikan lokasi pos yandu karena bukan hanya performance nya saha yanh dinilai tapi lingkungan juga dinilai oleh Time Rechceking yang akan Datang.

“Nanti jangan lagi ada yang sungkan apabila ada yang mau diajukan atau ditanyakan sekarang ,karena bisa langsung dibawah leading sektor dinas terkait seperti Dinkes , PU dan lain2 sesuai kebutuhan posyandu sehingga dapat cepat diselesaikan yang dibutuhkan,” tutur Yossi.

Mengakhiri Arahannya Yossi mengatakan ,Langkah langkah perencanaan sudah tercakup semua hanya tinggal bagaimana pengimplementasian di lapangan untuk kedepannya.

“Nitip pada Para camat agar dipertahankan dan di perbaiki posyandu-posyandunya karena waktu hanya tinggal semingu,  karena tujuannya adalah bagaimana terbangun pos yandu yang kuat dengan kerjasama antar pokjanal kecamatan sebagai pelindung dan pembina di Kewilayahan,” pungkasnya.(Red)

Comments

comments

Related posts