Ayi Hambali: Cianjur Selatan Layak Jadi Daerah Otonomi Baru

Ayi Hambali: Cianjur Selatan Layak Jadi Daerah Otonomi Baru
Photo Credit To Anggota DPD RI Ir. H. Ayi Hambali. (Foto: Red)

JABAR NEWS | CIANJUR – Anggota DPD RI Ir. H. Ayi Hambali menilai Kabupaten Cianjur sudah layak untuk melakukan pemekaran lantaran melihat kondisi wilayah yang luas dan lambatnya pembangunan terutama kewilayah Cianjur Selatan, oleh karenanya penting sekali disegerakan menjadi Daerah Otonomi Baru (DOB).

Hal tersebut dikatakannya saat ditemui jabarnews.com usai Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Pondok Pesantren Al-Ittihad Karang Tengah, Cianjur, (17/06/2017).

“Cianjur sudah layak melakukan pemekaran, di Jawa Barat ada beberapa daerah yang sudah mengajukan itu, kita sudah melakukan pengajuan ke Kementerian Dalam Negeri untuk bisa di setujui,” kata Ayi.

Ayi menargetkan sebelum 2019, Cianjur Selatan harus sudah gol menjadi DOB. Ayi mengibaratkan DOB Cianjur Selatan seperti hidangan makanan yang siap santap disuguhkan kepada Presiden.

“Untuk pemekaran seluruh DOB itu sudah siap, Presiden hanya tinggal menandatangani saja, walaupun meski ada kajian menyeluruh terutama kaitan dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD), karena untuk tiga tahun pertama akan menggunakan APBN,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Umum PMII Kabupaten Cianjur Tedi Sopian menilai, Cianjur Selatan sudah sangat layak menjadi DOB karena pembangunan di wilayah Cianjur belum merata sehingga sangat kontras sekali terlihat kesenjangan masyarakat antara di wilayah perkotaan dan pelosok. 

“pembangunan infrastruktur saja, masih terlihat jelas perbedaannya antara di Cianjur Kota dan di Cianjur Selatan dan efeknya, laju pertumbuhan ekonomi sangat lambat,” jelasnya 

Menurut Tedi, jangankan diwilayah Selatan, daerah Cianjur Utara yang berdekatan dengan Istana Kepresidenan masih banyak sekali yang rusak parah dan belum dilakukan perbaikan, ada ketidak adilan pembangunan antara masyarakat kota dan pedesaan dan salah satu jawaban atas sekian persoalan tersebut adalah pemekaran wilayah. (Din)

Jabar News | Berita Jawa Barat

Comments

comments

Related posts