445 Unit Mesin e-Parkir Di Kota Bandung Mulai Beroperasi

445 Unit Mesin e-Parkir Di Kota Bandung Mulai Beroperasi
Photo Credit To Salah satu mesin e-parkir yang berada di Jalan Braga Bandung (Foto: Red)

JABAR NEWS | BANDUNG – Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung telah resmi mengoperasikan mesin Elekronik Parkir (e-parkir) yang tersebar di seluruh pusat Kota Bandung.

Pengoperasian mesin e-parkir ini diresmikan setelah minggu lalu dilakukan uji coba pengoperasian mesin parkir di beberapa titik untuk melihat apakah mesin tersebut efektif atau tidak.

“Minggu lalu sudah dilakukan uji coba dan ternyata efektif,” ujar Kepala Dishub Kota Bandung, Didi Riswandi saat diwawancara usai peresmian mesin e-parkir, Jumat (04/08/2017).

Menurut Didi, pengoperasian e-parkir ini bekerjasama dengan beberapa perbankan di Kota Bandung. Ini juga untuk mendukung Gerakan Nasional Non Tunai sebagai bagian dari program Bank Indonesia (BI).

“Yang bekerjasama sudah empat bank. Mudah-mudahan nanti ada 6 karena yang dua masih dalam proses,” ujar nya.

Didi mengungkapkan saat ini ada 445 unit mesin e-parkir yang tersebar di pusat Kota Bandung. Semuanya sudah dapat digunakan sehingga diharapkan dengan adanya e-parkir ini dapat meningkatkan penghasilan Kota Bandung.

“Mesin e-parkir ada 445, semuanya beroperasi. Jadi kalau ada yang tidak nyala sebenarnya bukan mati tapi slip mode,” ungkapnya.

Bagi masyarakat yang ingin kartu e-parkir saat ini sudah dapat diperoleh dibeberapa perbankan, seperti BRI, BNI dan Mandiri serta Bank bjb.

“Kalau BRI dan BNI sudah bisa didapatkan di Kantor Cabangnya. Kalau Mandiri selain di Cabang sudah dijual di minimarket juga,” ucapnya.

Untuk penggunaan mesin e-parkir menurut Didi sangat mudah. Masyarakat yang sudah mempunyai kartu parkir tinggal memasukan jenis kendaraan, nomor polisi kendaraan serta durasi parkir yang kemudian ditempelkan kartunya ke mesin e-parkir tersebut.

“Pertama tinggal pilih jenis kendaraannya. Kemudian dimasukan nomor polisi kendaraan, dan durasi parkir, setelah itu di tapkan kartunya nanti keluar struknya,” terangnya.

Didi menambahkan, untuk kedepan pihaknya berencana akan melakukan tindakan bagi masyarakat yang enggan menggunakan e-parkir di beberapa titik.

“Kemaren udah dirapatkan. Ada rencana di beberapa titik, seperti di Otista dan Sudirman akan dilakukan tindakan mungkin penggembokan bagi yang tidak mau bayar menggunakan e-parkir,” tegasnya. (Nur)

Jabar News | Berita Jawa Barat

Comments

comments

Related posts