Lebih jauh, Ahmad Hidayat menegaskan bahwa program hilirisasi yang menjadi fokus pemerintahan Prabowo-Gibran adalah langkah penting untuk meningkatkan nilai tambah komoditas Indonesia. Dengan pengolahan lanjutan, produk-produk dalam negeri diharapkan tidak hanya bernilai lebih tinggi tetapi juga mampu membawa manfaat nyata bagi perekonomian dan kesejahteraan rakyat.
Bahlil sendiri dalam keterangannya kepada media menjelaskan bahwa dirinya telah menerima sejumlah arahan langsung dari Presiden Prabowo. Arahan tersebut mencakup upaya memperluas hilirisasi di berbagai sektor strategis, mulai dari mineral, batu bara, minyak, gas, hingga sektor pertanian dan perikanan.
Bahlil juga diminta memastikan bahwa nilai tambah dari proses hilirisasi benar-benar dirasakan di dalam negeri, mengatasi kritik yang menyebut manfaatnya selama ini belum optimal.
Selain itu, Presiden Prabowo menekankan pentingnya penataan regulasi agar tidak terjadi tumpang tindih kebijakan antar-kementerian. Bahlil juga diminta melaporkan dan mengambil tindakan terhadap pihak-pihak yang berpotensi menghambat hilirisasi. Terakhir, Prabowo menekankan bahwa hilirisasi harus dilakukan secara berkeadilan, memastikan manfaatnya dirasakan oleh seluruh masyarakat.
Penunjukan Bahlil Lahadalia sebagai pemimpin Satgas ini mendapat dukungan luas, termasuk dari kader muda Partai Golkar seperti Ahmad Hidayat. Mereka percaya bahwa dengan pengalaman dan kapasitasnya, Bahlil akan mampu menjalankan tugas berat ini untuk mendorong transformasi ekonomi nasional melalui hilirisasi yang progresif dan berkelanjutan. (Red)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News