Menurut dia, dua tersangka sempat mencekoki korban untuk meminum minuman beralkohol. Setelah korban mabuk, dua tersangka itu melakukan pemerkosaan kepada korban berkebutuhan khusus.
Ia menambahkan, pemerkosaan itu dilakukan di rumah salah satu tersangka. Pemerkosaan dilakukan saat kondisi rumah sedang kosong.
Menurut dia, salah satu tersangka pernah berpacaran dengan korban. Kedua tersangka yang melakukan aksi pemerkosaan itu juga saling mengenal.
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara petugas Polres Tasikmalaya, terang dia, pemerkosaan itu baru dilakukan satu kali oleh korban.
Josner mengatakan, kedua tersangka akan dikenakan Undang-Undang tentang Perlindungan Anak Nomor 35 tahun 2014. “Ancaman hukuman 15 tahun penjara,” ujar dia.***