“Karena kalau di dalam ruang kelas khawatir rawan akan keselamatan atau jiwa siswa,” kata Ninu kepada JabarNews.com, Selasa, (10/1/2023).
Dia memaparkan, ada sebanyak 82 orang siswa yang belajar di SDN ini. Untuk kerusakan, lanjut Ninu, ada dua unit bangunan yang terdiri dari satu ruang kantor dan enam ruang kelas.
“Nah, Itu termasuk meja, kursi, lemari, alat tulis juga dibutuhkan saat ini selain tenda darurat untuk KBM,” terangnya.
Kisaran bola dibangun, sambung Ninu, sekitar Rp1.500.000.000 hingga Rp2.000.000.000. Kerusakan sekolah tersebut diperparah dengan adanya gempa bumi pada 21 November 2022.
“Sehingga setiap hari bertambah kerusakan,” jelas dia.