Hal ini, lanjut Dito, tentu saja akan mendorong peningkatan prestasi olahraga Purwakarta baik di tingkat Jawa Barat maupun Nasional. Kemenpora juga sangat mendukung kegiatan hari ini karena olahraga, apapun olahraganya, bisa dilakukan secara rutin akan berdampak positif pada kebugaran kesehatan ekonomi dan lainnya.
“Kebugaran dan kesehatan akan berpotensi mengurangi belanja BPJS. Dengan berolahraga rutin dan dibarengi pola makan sehat yang baik akan membentengi potensi kena penyakit jantung stroke dan kolesterol tinggi. Ingat ibu-ibu harus dipahami dan diikuti, dan kedepan pendekatan preventif melalui olahraga harus dikembangkan, lebih baik berinvestasi untuk orang sehat dibanding mengobati orang sakit. Sehingga masyarakat Indonesia akan jauh lebih produktif dan lebih berdaya saing,” kata Dito.
Menurutnya, kegiatan olahraga juga dapat mendorong gerak ekonomi masyarakat, ekonomi UMKM, sektor industri besar, menengah, untuk event olahraga juga tumbuh, dan olahraga wisata juga harus terus dikembangkan.
“Pada Fornas di Bandung nanti mungkin bisa dapat mendongkrak gerak ekonomi masyarakat Bandung dan Jabar. Makin tinggi partisipasi masyarakat di olahraga makin bugar dan sehat. Makin produktif masyarakat kita dan makin tinggi pula kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.
“Termasuk kegiatan Jambore Olahraga Masyarakat Purwakarta ini pasti mendorong gerak ekonomi masyarakat. Sekali lagi, kami ucapkan selamat untuk Purwakarta. Saya berpesan kegiatan ini agar bisa dilakukan setiap tahun atau menjadi kalender rutin,” timpalnya.