Kasus IRT Lempar Pabrik Rokok, Polri: Sudah Dimediasi Sembilan Kali Tapi Gagal

Banyak pihak yang menyayangkan penahanan yang dilakukan terhadap 4 IRT.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono. (Foto: Humas Polri).

JABARNEWS | JAKARTA - Kasus pelemparan gudang rokok yang dilakukan empat ibu rumah tangga (IRT) di Kecamatan Kopang, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) menuai polemik. Banyak pihak yang menyayangkan penahanan yang dilakukan terhadap 4 IRT, bahkan, dua balita ikut ditahan lantaran masih membutuhkan ASI oleh ibunya.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, pihak Polri melalui Kapolres Lombok Tengah telah melakukan upaya mediasi sebanyak 9 kali. Namun, mediasi tersebut tidak berhasil.

Baca Juga:

Angin Puting Beliung Terjang Kaliabang, 15 Rumah Rusak

Presiden Jokowi Luncurkan Perangko Seri Vaksinasi Nasional Covid-19



"Telah dilakukan mediasi sebanyak 9 kali oleh Kapolres Lombok Tengah namun tidak berhasil," kata Argo di Jakarta, (23/2/2021).

Menurut Argo, berkas perkara kasus tersebut sudah lengkap atau P21 tanggal 3 Februari 2021. Kemudian tanggal 16 Februari 2021 dilakukan tahap 2 penyerahan tersangka dan barang bukti diserahkan ke kejaksaan.

"Selama proses penyidikan para tersangka tidak ditahan," ungkap Argo.
Halaman selanjutnya 1 2 3 4
Tags : IRT Pabrik Rokok Balita Ditahan Polri Lombok Tengah NTB Jabarnews Berita Jawa Barat Berita Terkini

Live Stream Bandung 132 TV

berita terkait

Tiga Jenis Pakai Rajut Wanita Yang Trend Di Tahun 2021

Pohon Tumbang Timpa Dua Rumah Warga di Kandanghaur Indramayu

PGRI Sebut Guru di Indonesia Antusias Terima Vaksin Covid-19

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

JMN Channel

tag populer

unduh aplikasi