JMN Channel


Revisi UU ITE Dapat Dukungan, Jurnalis Kerap Jadi Sasaran Pasal Multitafsir

Wacana revisi Undang-Undang No.11 Tahun 2008 tentang ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik) mendapat dukungan berbagai pihak, karena penerapan pasal multitafsir di dalamnya kerap salah sasaran menjerat jurnalis dan media serta bertentangan dengan UU Pers No 40 Tahun 1999,

JABARNEWS | JAKARTA - Wacana revisi Undang-Undang No.11 Tahun 2008 tentang ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik) mendapat dukungan berbagai pihak, karena penerapan pasal multitafsir di dalamnya kerap salah sasaran menjerat jurnalis dan media serta bertentangan dengan UU Pers No 40 Tahun 1999,

Hal ini terungkap dalam Webinar "Menyikapi Perubahan Undang-Undang ITE," yang menghadirkan nara sumber dari berbagai bidang profesi ini digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Rabu (10/3/2021).

Baca Juga:

Jadi Tuan Rumah HPN 2022, Pemprov Sultra Minta PWI Buat SK Penetapan Baru

Porwanas PWI 2021 Diputuskan Tetap Digelar, Dengan Prokes Ketat



Anggota Komisi I DPR (BidangPengawasan Pelaksaan Undang-Undang,red), Sukamta setuju agar UU ITE segera direvisi. Namun hingga saat ini belum ada upaya nyata dari pemerintah, termasuk DPR.

"Maraknya pelaporan ke polisi atas pelanggaran UU ITE, justru mengancam kebebasan pers yang selama ini sudah berjalan benar," tegasnya.

Bahkan dia mengutip data pemindaian, terhadap kasus yang menjerat jurnalis atau media pada 2018 dan 2019 ini, menjadi yang tertinggi.
Halaman selanjutnya 1 2 3
Tags : pwi pusat webinar revisi UU ITE pasal multitafsir jerat jurnalis revisi UU ITE Menyikapi Perubahan Undang-Undang ITE UU No 40/99 Tentang Pers berita jawa barat. nasional jabarnews

berita terkait

JMN Channel

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

tag populer

unduh aplikasi